logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 08 Februari 2006 SALA
Line

Gaji Abdi Dalem Bisa Diselesaikan

PURA MANGKUNEGARAN- Himpunan Kerabat Mangkunegaran (HKMN) Suryosumirat berharap dan yakin masalah gaji lima abdi dalem yang mengadu ke Gubernur Jateng, bisa diselesaikan Gusti Mangku secara baik-baik. Namun, organisasi wadah kerabat juga memaklumi. Pengageng Pura pasti menghadapi saat-saat sulit, karena pasokan Yayasan Suryosumirat untuk operasional Pura menurun drastis dari Rp 398.850.000 pada 2004, menjadi Rp 167.250.000 pada 2005.

"Itulah yang membuat Kanjeng Gusti (KGPAA Mangkunagoro IX-Red) agak kerepotan dan menghadapi kesulitan besar. Sebab yang diterima dari yayasan menurun tinggal 40% pada 2005. Saya belum tahu berapa untuk tahun 2006 ini. Bisa sama seperti tahun lalu saja sudah baik," tutur Ir H KRTH Hartono Kusumodiningrat, selaku Ketua Umum Himpunan Kerabat Mangkunegaran (HKMN) Suryosumirat, kepada Suara Merdeka.

Selain sebagai klarifikasi, penjelasannya juga sebagai harapan agar masalah Bambang Utomo, KRT Soenarso P, MNg Sapomo, Dm Sri Suparmo, dan Ng Slamet Leo bisa segera diselesaikan baik-baik. Lima abdi dalem itu beberapa waktu lalu mengadu dengan berkirim surat ke Gubernur Jateng, untuk menanyakan bantuan Pemprov untuk gaji abdi dalem di Pura Mangkunegaran.

Sebab sejak 2002, mereka hanya menerima honor yang besarnya bervariasi antara Rp 25.000-Rp 90.000/bulan. Di sisi lain disebutkan, pada 2004 Pura Mangkunegaran menerima bantuan dari Pemprov Jateng Rp 506.656.000 dan jatah dari yayasan tetap mengalir walau kurang dari separo.

"Perincian penggunaannya Rp 376.656.000 untuk Sri Paduka (KGPAA Mangkunagoro IX-Red), para sentana, dan abdi dalem. Sisanya (Rp 130 juta-Red) untuk upacara adat seperti kirab pusaka 1 Sura, wiyosan jumenengan, dan sebagainya," papar dia dan dibenarkan RT dokter Wikan Basworo MSc SpF, selaku sekretaris HKMNS.

Dalam realitas seperti itu, lima abdi dalem di atas mempertanyakan kejelasan mengenai haknya yang sejak 2002 hanya mendapat honor antara Rp 25.000-Rp 90.000/bulan. Sementara, bantuan itu konon disebutkan juga untuk kesejahteraan para abdi dalem.

Keberanian beberapa abdi dalem menanyakan bantuan tersebut ke Gubernur Jateng beberapa waktu lalu, menurut KRTH Hartono, cukup memprihatinkan. Sebab, para abdi dalem itu sebenarnya memiliki jiwa pengabdian yang turun-temurun dan loyal sekali, meski berada di tengah-tengah impitan ekonomi.

"Mengenai adanya pertanyaan soal bantuan Pemprov (Jateng-Red) apakah mungkin ada sebelum dan sesudah tahun 2004, sama sekali saya tidak tahu. Hanya Gubernur yang berhak memberi penjelasan," tegasnya.(won-42s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA