logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 08 Februari 2006 SALA
Line

Bantuan Rp 3,85 M untuk Puskesmas di Solo

KARANGASEM- Pemkot Surakarta mendapatkan anggaran senilai Rp 3,85 miliar dari pemerintah pusat untuk pusat kesehatan masyarakat (pukesmas) melalui dana alokasi khusus (DAK). Anggaran sebesar itu diharapkan bisa meningkatkan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

Kasubdin Bina Program Dinas Kesehatan Kota (DKK) Bambang Pramono mengemukakan, DKK akan mengalokasikan 35% untuk pembangunan prasarana fisik dan 65% untuk pengadaan alat-alat kesehatan di setiap pukesmas, dari anggaran senilai Rp 3,85 miliar yang didapat dari pemerintah pusat itu.

Sebelumnya, dalam APBD 2006 yang kini ditetapkan, DKK mengalokasikan 65% anggaran itu untuk pembangunan prasarana fisik, sedangkan sisanya guna pengadaan alat-alat kesehatan. "Kami harus mengubah alokasi itu. Sesuai dengan instruksi Menteri Kesehatan, DAK bidang kesehatan 65% alokasinya harus diperuntukan pengadaan alat kesehatan," papar Bambang.

Dia mengatakan, beberapa anggaran tersebut akan digunakan untuk renovasi bangunan puskesmas induk enam unit dan renovasi bangunan puskesmas pembantu yang juga enam unit. Demikian pula rumah dinas dokter dan paramedis di tiap puskesmas, diusahakan untuk direnovasi.

Untuk pengadaan alat-alat kesehatan, tutur Bambang, DKK akan membeli sejumlah peralatan yang sebelumnya belum ada. Di samping itu, pembelian peralatan dimaksudkan untuk mengganti peralatan usang atau kuno.

Misalnya peralatan gigi, alat-alat kesehatan ibu dan anak, serta laboratorium. "Kami baru menginventarisasi kebutuhan peralatan itu," ujarnya.

Sekretaris Komisi IV DPRD Surakarta, IGN Yuni Wahyono mengingatkan DKK untuk tetap berpedoman pada SK Menkes dalam mengalokasikan anggaran DAK dari pemerintah pusat, agar di kemudian hari tidak menimbulkan masalah. Dia mengatakan, pengadaan peralatan kesehatan di setiap puskesmas jauh lebih penting dibandingkan dengan pembangunan fisik.

"Dengan lengkapnya peralatan kesehatan, diharapkan pelayanan kesehatan bagi masyarakat di setiap puskesmas bisa lebih optimal dibandingkan dengan sebelumnya," kata anggota FPDI-P itu.

Anggota Komisi IV lain, Budhi Hartanto mengemukakan, saat ini sudah ada tiga puskesmas yang membuka rawat inap bagi pasiennya. Yaitu Puskesmas Mojosongo, Banyuanyar, dan Pajang. Dengan adanya rawat inap tersebut, pasien tidak perlu jauh-jauh ke rumah sakit jika sakit dan menjalani perawatan. Kecuali sakit yang diderita cukup parah dan di puskesmas terdekat tidak ada peralatan ataupun obat yang dibutuhkan.

"Dengan pengadaan peralatan baru itu, diharapkan peralatan di setiap puskesmas semakin lengkap," tambah Budhi. (G8,G13-42s)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA