logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 08 Februari 2006 SALA
Line

Teamlo Ingin Kolaborasi dengan Wayang Beber

APA yang terpacak dalam angan jika kelompok musik humor Teamlo berkolaborasi dengan pertunjukan Wayang Beber? "Mungkin yang paling menarik kalau para personel Teamlo juga dibuat dalam boneka wayang. Bisa dibayangkan seperti apa jadinya andai wajah-wajah kami yang sudah lucu ini dirupakan dalam bentuk boneka," kata Wawan Bakwan, salah seorang personel Teamlo.

Menurut dia, Teamlo saat ini memang tengah menggagas sebuah konsep garapan yang tidak hanya mengandalkan unsur musik saja. Namun juga ingin mencoba berkolaborasi dengan jenis seni di luar yang telah biasa mereka geluti selama ini.

"Kami pernah membayangkan suatu ketika mungkin bisa berkolaborasi dengan wayang golek. Dan agaknya sekarang ini kami berkeinginan segera bisa mewujudkan bayangan itu," ujar Wawan, saat berkunjung ke Kantor Suara Merdeka Biro Solo, baru-baru ini.

Berkaitan dengan rencana tersebut, belum lama ini para awak kelompok musik humor yang terbentuk pada 28 Agustus 1997 itu tengah melakukan proses kreatif.

Di Kota Solo, mereka tengah berusaha mencari format pertunjukan kolaborasi yang nantinya bisa lebih menonjolkan unsur humornya sesuai dengan kapasitas Teamlo selama ini.

"Selain dalam rangka pulang kandang, kedatangan kami ke sini memang juga terkait dengan proses kreatif dari gagasan kami tersebut. Siapa tahu di sini kami bisa mendapatkan banyak ide yang mungkin berguna untuk pencarian format karya kolaborasi," tutur Boby Mesakh menimpali.

Ditanya siapa dalang wayang golek yang akan dipilih? Hingga saat ini masih belum ada pilihan pasti, namun yang jelas akan berkolaborasi dengan wayang golek Sunda. "Kami melihat wayang golek Sunda dengan trik-triknya yang menarik, cocok dengan format pertunjukan kami."

Bagi para personel Teamlo, seperti yang diungkapkan oleh Wawan dan Boby, kondisi Kota Solo memang sangat mendukung untuk pencarian sebuah ide ataupun gagasan dalam berkesenian. Karena itu sekalian berlibur, mereka pun kemudian memanfaatkan acara pulang kandang itu untuk tidak hanya sekadar berlibur.

Jika diperbolehkan memilih, untuk melakukan proses kreatif Teamlo lebih suka berada di Solo. Namun mengingat kondisi sekarang, menurut penuturan Bakwan, hal itu sepertinya sudah tidak memungkinkan lagi. Pasalnya, dengan kesibukan mereka yang telah begitu padat, memaksa mereka harus tetap berada di Ibu Kota.

"Terus terang di Jakarta itu terlalu ramai dan sumpek, sehingga rasanya memang kurang cocok untuk melakukan pencarian ide. Namun ya mau bagaimana lagi, kalau kami sendiri juga tidak mungkin untuk tinggal di Solo lagi," paparnya.

Menurut Wawan, saat ini jadwal pentas Teamlo memang sudah lumayan padat. Hampir seluruh wilayah di belahan Nusantara sudah dilalui oleh kelompok musik yang selain Wawan dan Boby juga beranggotakan Pangsit Anjasmara, Benjovi, dan Dondot Kembung itu. Hanya tinggal Irian-lah yang belum pernah mereka singgahi.

"Namun siapa tahu tiba-tiba saja seluruh penduduk Irian nanti mengumpulkan tanda tangannya untuk meminta kami pentas di sana. Hingga akhirnya kami pun bisa menyapa mereka dengan sajian musik humor," harap Wawan .(Wisnu Kisawa-42v)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA