| Rabu, 08 Februari 2006 | PANTURA |
Gara-gara Rokok, Manajer Dianiaya BuruhSLAWI - Nasib nahas menimpa Manajer Produksi PT SAS Kreasindo Utama Anthonius Danu. Dia, Selasa (6/2) lalu, menjadi korban pengeroyokan yang dilakukan sejumlah buruh di pabrik mebel tersebut. Menurut Kapolsek Kramat AKP Ketut Wirnite dan Kanit Reskrim Aiptu Bolo Satriyo, kejadian tersebut berawal saat korban menegur sejumlah buruh yang merokok di area pabrik yang berlokasi di Jl Raya Maribaya Km 10,5 Kramat, Kabupaten Tegal. "Mungkin cara menegurnya kurang dapat diterima sejumlah buruh. Teguran tersebut justru membuat sang manajer disoraki puluhan buruh lainnya," papar AKP Ketut Wirnite. Merasa mendapat perlakuan kurang simpatik, korban kemudian menggebrak dengan cara membanting potongan kaki meja. Tindakan tersebut, kata dia, memancing emosi sejumlah buruh. Akhirnya, manajer yang baru bertugas kurang dari dua bulan itu dihajar beramai-ramai oleh sejumlah buruh. Beruntung tindakan lebih fatal tersebut bisa dicegah sejumlah pekerja lainnya. Luka Parah Akibat pengeroyokan itu, korban mengalami luka cukup parah dan langsung dibawa ke rumah sakit. Korban kini masih dirawat di RSU Mitra Siaga (dulu RSU Islam Texin-Red). Petugas polsek yang menangani kasus tersebut, kemarin, memanggil empat orang pekerja pabrik itu untuk dimintai keterangan sebagai saksi. Empat orang itu adalah Sri Harjo, Muhrodi, Karyono, dan Masruri. Korban kepada petugas mengaku kepalanya masih merasa pusing dan butuh istirahat cukup banyak. "Kalau melihat luka luar, hanya terlihat luka memar di kepala dan keningnya sedikit robek," kata Kapolsek Kramat. Selain empat pekerja yang kemarin telah dimintai keterangan, penyidik akan meminta keterangan kepada korban dan saksi lainnya, Rabu (8/2). Informasi yang dihimpun polisi menyebutkan, pengeroyokan terhadap manajer produksi pabrik mebel tersebut dilakukan lebih dari 10 orang. Petugas masih mengumpulkan keterangan tentang nama-nama pelaku pengeroyokan. (D12-61n) |