| Rabu, 08 Februari 2006 | OLAHRAGA |
Arema Kembali Perkasa di KandangMALANG-Arema berhasil mengembalikan citranya sebagai kesebelasan yang solid di kandang. Citra itu sempat menurun, setelah mereka berhasil ditahan PSMS Medan 1-1 beberapa hari lalu. Di Stadion Gajayana, Malang, kemarin, mereka mengalahkan PSDS Deli Serdang 3 -0 (2 -0) dalam pertandingan yang diwarnai protes keras pemain-pemain PSDS atas terjadinya gol ketiga. Gol pertama dicetak Marthen Tao pada menit ke-3. Mantan pemain PSIS Anthony Jommah Ballah mencetak dua gol, yang masing-masing tercipta pada menit ke-41 dan 78. Sekalipun stadion tidak dipadati Aremania karena pertandingan ini disiarkan langsung salah satu stasiun televisi swasta, dukungan Aremania berhasil membangkitkan semangat pemain-pemain tuan rumah. Baru tiga menit berjalan, kerja sama Alexander Pulalo dengan Marthen Tao berhasil menghasilkan gol. Umpan silang Alex berhasil membuat Tao menjebol gawang Dede Sulaiman. Dimasukkannya Anthony Jommah Ballah untuk menggantikan Hubertho Monim pada menit ke-29 tepat, karena lini depan makin tajam. Terbukti beberapa kali tusukan ke gawang PSDS terjadi. Suplai bola oleh Joao Carlos dari lini tengah sangat berarti. Mobilitas Joaos sangat mendukung sekaligus mengisi ruang tengah yang sewaktu menjamu PSMS terlihat rapuh. Kencang Ballah bahkan berhasil mencetak gol kedua bagi timnya. Ini dilakukankan melalui rusuk kanan lawan. Dede Sulaiman sudah berusaha menepisnya, tapi bola tetap melaju kencang ke dalam gawang. Permainan Ballah memang patut diacungi jempol. Pada menit ke-53, berkat kerja sama dengan Joao nyaris dia mencetak gol lagi. Tetapi, tendangannya yang telah melewati kiper hanya membentur tiang gawang sebelah kanan. Upaya anak-anak Deli Serdang untuk mengganggu peran Joao sebagai distributor bola ternyata gagal. Berulang kali gelandang asal Brasil itu melepaskan umpan-umpan berbahaya. Padahal, permainan keras tak segal dilakukan pada dirinya. Salah satunya dilakukan oleh Kilama Jean Jacques. Joao pun sampai harus terkapar di lapangan. Setelah unggul 2-0, pelatih Benny Dollo akhirnya mengistirahatkan bintang permainan timnya itu dengan Sutaji. PSDS sendiri sebenarnya memperoleh beberapa peluang, namun penyelesaian akhir oleh trio Tommy Pranata, Anorue Obiora dan Rifki Firdaus selalu gagal. Kalau tidak melambung di atas mistar gawang, bola melenceng jauh ke samping gawang Kurnia Sandy. Pergantian tiga pemain, Ansyari Lubis oleh Ngakou Elongo Serge, Novi Hendrawan dengan Mahmud Azis Harahap dan Zulkarnaen oleh Ari Yuganda ternyata masih belum mampu menajamkan serangan. Sedangkan upaya Benny Dollo memadukan pasangan Tao - Ballah kembali menunjukkan hasilnya, dengan terciptanya gol ketiga. Padahal duet ini jarang ditampilkan. Franco Hitta yang biasanya tampil, tidak masuk line-up. Sedangkan penyerang lainnya, Emaleu Serge, masih belum bisa diturunkan karena terkena hukuman kartu merah. Gol ketiga yang dibuat Ballah sempat dianulir wasit Alil Rinenggo SE karena Firman Utina dinilai melakukan pelanggaran. Namun, hakim garis Didik Budi menyatakan terjadi gol. Protes pun mengalir dari kubu PSDS. (jo-22) |