logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 08 Februari 2006 OLAHRAGA
Line

Persikota Siap Kunci Penyerang PSIS


SALAMI SUTAN: Kapten tim Persikota Firmansyah menyalami pelatih PSIS Sutan Harhara, yang sedang mempersiapkan diri untuk memimpin latihan timnya. Selasa pagi kemarin, pasukan Mahesa Jenar mencoba Stadion Benteng, Tangerang.(22)

TANGERANG-Kapten tim Persikota Firmansyah menyatakan rekan-rekannya bertekad tidak akan memberikan ruang bebas untuk mengolah arah bola bagi para penyerang PSIS Semarang dalam duel dua tim papan atas itu di Stadion Benteng, Tangerang, Rabu (8/2) sore ini.

''Saya melihat mereka sebagai tim yang sangat solid, di antara tim-tim yang berkompetisi musim ini. Kekuatan mereka di setiap lini merata dan padu, tak terkecuali para penyerangnya. Tapi kami tak akan memberikan ruang yang bebas bagi pergerakan mereka,'' tegas Firmansyah kepada Suara Merdeka, sesaat sebelum berlatih di Stadion Benteng.

Pemain kelahiran Bekasi 7 April 1980 itu menyebut tugas dari pelatihnya, Mundari Karya, untuk mematikan pergerakan duo penyerang elegan Emmanuel de Porras-Greg Nwokolo, sebagai hal yang sulit. ''Tak hanya Porras dan Greg yang akan menyulitkan kami, tapi gelandang-gelandang mereka bisa muncul dengan ancamannya pada saat menyerang,'' kata dia, yang akan dibantu bek tak kenal kompromi asal Papua, Rolando Koibur, dan ''tukang jegal'' asal Brasil, Elberto.

Pemain bertubuh kekar itu dipercaya Mundari Karya menjadi kapten karena senioritasnya di kesebelasan ini. Firmansyah yang memulai karier dari tim amatir di Bekasi itu memperkuat Persikota sejak musim 2000 sampai sekarang, setelah sebelumnya bermain untuk Persikabo Bogor (1998) dan Krakatau Steel (1999). Dibanding pemain lainnya, ia lebih menguasai kondisi psikis tim yang baru berdiri pada 1994 itu.

Absen

Sebagai pemain ia sarat pengalaman, karena beberapa kali menjadi langganan timnas. Dia tergabung dalam timnas untuk SEA Games Malasyia 2000 yang ditangani Benny Dollo. PSSI juga memanggilnya untuk Piala Tiger 2002 dan 2004, Piala Asia 2004, dan Pra-Piala Dunia bersama pelatih Ivan Kolev.

''Kami rasa jika kami tampil disiplin dan melakukan pressing ketat pada setiap pemain lawan, maka mereka tidak akan bisa mengembangkan permainan dengan baik,'' imbuhnya.

Pertandingan melawan PSIS ini dinilainya penting, apalagi saat ini anak-anak Semarang ditangani Sutan Harhara, pelatih yang pernah mengasuhnya pada musim kompetisi 2000-2002. Firmansyah memberikan salam hormat kepada Sutan usai latihan di Stadion Benteng.

Tak hanya mereka berdua yang saling bersalaman dan berangkulan, para pemain juga demikian saat tim Persikota keluar stadion sementara PSIS masuk stadion.

Pelatih Mundari Karya dengan tegas menyatakan timnya harus bisa memenangi pertandingan. ''Tim mana pun bisa dikalahkan di sini, termasuk PSIS,'' tegasnya.

Ia tidak risau dengan absennya gelandang bertahan asal Cile Julio Gusman yang terkena kartu merah. (H15-22)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA