logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 08 Februari 2006 NASIONAL
Line

Jelang Musda Partai Demokrat

Peluang Sukawi Tetap Diganjal

SEMARANG - Meski Wali Kota Semarang, Sukawi Sutarip, telah menyatakan tak akan mencalonkan diri sebagai ketua DPD Partai Demokrat Jawa Tengah pada Musyawarah Daerah (Musda) 11-12 Februari, namun peluang pencalonan dia terindikasi akan diganjal atau ditutup.

Di sekretariat DPD Partai Demokrat Jateng, nama Sukawi dinyatakan tidak tercatat sebagai anggota partai. Panitia Musda melalui petugas Humas, Ary Eko Nugroho, menjelaskan, setelah dicek ternyata nama Sukawi Sutarip tidak tercatat dalam daftar anggota Partai Demokrat di Sekretariat DPD Partai Demokrat Jateng. Sampai saat ini pun, DPD tidak pernah mengeluarkan kartu tanda anggota (KTA) Partai Demokrat untuk dia. Lagi pula, Sukawi harus lebih dahulu membuat pernyataan diri untuk mengundurkan diri dari partainya, PDI-P.

"Jadi, panitia perlu meluruskan; dan itu pun bukan upaya untuk menutup peluang Pak Kawi," kata dia, Selasa (7/2), di Ruang Fraksi Partai Demokrat, Gedung Berlian Semarang.

Ary mengakui, kabar rencana majunya Wali Kota Semarang itu dalam bursa calon ketua DPD sesungguhnya sudah lama terdeteksi. Sebagai bukti keseriusan itu adalah, dia sudah melakukan penggalangan dukungan di beberapa tempat. Berdasarkan informasi dari beberapa DPC yang pernah dikumpulkan dan didekati, Sukawi sangat intensif melakukan lobi-lobi.

"Upaya itu sudah lama dilakukan; mungkin sekarang yang bersangkutan masih malu-malu mencalonkan diri, karena belum pernah menjadi pengurus Partai Demokrat," tuturnya.

Etika Politik

Lagi pula, sambung dia, untuk menjadi pimpinan Partai Demokrat, mestinya Sukawi memahami etika politik yang berlaku. Di parpol mana pun pasti ada aturan dan tahapan untuk menjadi pemimpin partai, termasuk di Partai Demokrat.

Aturan itu telah berjalan dan diberlakukan dalam Kongres I partai tersebut, yakni menutup peluang orang luar untuk memimpin partai secara tiba-tiba.

Sementara itu, Sukawi Sutarip ketika dihubungi secara terpisah, kembali menyatakan, sampai sekarang dirinya tidak berniat mencalonkan menjadi ketua DPD pada Musda mendatang. Namun diakui, kalau kemudian dia dipilih dicalonkan oleh DPC-DPC, itu merupakan hak mereka untuk mencalonkan seseorang, dan dia tidak bisa melarang.

Menyangkut kepemilikan KTA Partai Demokrat, Sukawi mengakui telah memiliki kartu itu sejak setahun yang lalu. Soal kepemilikan KTA tidak diakui oleh DPD, dia menyatakan tidak mempermasalahkan.

"Orang kecil seperti saya ya manut saja," tutur dia.

Penting diketahui, Sukawi memiliki KTA Partai Demokrat ketika dirinya akan mencalonkan diri sebagai wali kota Semarang lewat partai tersebut. Dia mendaftar ke DPC Partai Demokrat Kota Semarang, yang waktu itu masih dipimpin Prajoko Haryanto. Dalam perkembangannya, dia tidak jadi mencalonkan lewat partai itu, tetapi melalui gabungan partai, PAN, PPP, dan PKB, sampai akhirnya terpilih lagi menjadi wali kota.

Menanggapi beberapa pihak, termasuk PAN yang menyayangkan bila dirinya benar-benar maju di arena musda, Sukawi menyatakan itu suatu yang patut disyukuri.

Adapun calon ketua DPD lainnya, Subyakto, saat ditanya peta dukungan terhadap dirinya, tidak mau mengaku-aku. Dia khawatir, nanti justru menjadi susah karena kelewat percaya diri.

Menurutnya, yang menjadi modal utama dirinya adalah ikatan emosional dan sejarah dengan DPC-DPC di seluruh Jateng.

Sementara itu bila Sukawi benar-benar mencalonkan diri, PAN mengancam akan beralih menjadi oposan di Pemkot Semarang. Pasalnya, tindakan itu dinilai amat pantas disesalkan, karena PAN menjadi salah satu partai yang mengusung wali kota Semarang tersebut dalam pilkada beberapa waktu lalu.

"Karena kami yang mengusung, menjadi tanggung jawab moral bagi Sukawi untuk membesarkan partai yang mengusungnya," ujar Wakil Ketua DPW PAN Jateng, Riza Kurniawan.(G17,H12-29a)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA