| Rabu, 08 Februari 2006 | NASIONAL |
Makanan Perlu Dikontrol
BOYOLALI - Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Debarkasi Adisumarmo mengimbau PPIH Daker Makkah untuk mengontrol makanan yang akan disajikan kepada jamaah haji asal Indonesia di Tanah Suci, menyusul diare yang menimpa 122 haji asal Kabupaten Magelang, Sabtu (4/2) lalu. Meskipun hasil uji laboratorium yang dikirimkan PPIH kepada Dinas Kesehatan Provinsi Jateng belum turun, diduga kuat diare yang dialami jamaah kloter 58 itu akibat menyantap makanan yang disajikan hotel transit di Jeddah. Tengara itu makin menguat, lantaran saat di Bandara King Abdul Aziz menjelang keberangkatan ke Tanah Suci, sejumlah haji sudah merasa mulas, bahkan beberapa di antaranya bolak-balik ke toilet. ''Memang, hasil uji laboratorium belum turun. Tapi kami pikir, tidak mungkin itu akibat menyantap makanan yang disajikan di pesawat. Sebab, sebelum naik ke pesawat, banyak haji yang bolak-balik ke toilet untuk buang hajat,'' kata Humas PPIH, H Akhmad Su'aedi, Selasa (7/2). Imbauan tersebut disampaikannya melalui surat yang dikirimkan PPIH Debarkasi Adisumarmo kepada PPIH Pusat, menyusul diare yang menyerang 122 haji kloter 58 saat perjalanan menuju Tanah Air, Sabtu (4/2). ''Kami tidak ingin kejadian itu terulang kembali. Karena itu, kami mengirimkan pemberitahuan sekaligus sebagai antisipasi kami terhadap jamaah yang masih di Tanah Suci. Sebab, jamaah mendapatkan jatah makan selama empat kali, di Jeddah, Madinah, Arofah, dan Mina.'' Sementara itu, pihak Garuda langsung membersihkan jok pesawat yang kotor akibat banyak yang tidak mampu menahan hajatnya di kursi. Selain banyak antrean, lorong antarjok terhalang tas milik jamaah, sehingga menyulitkan haji yang berusia lanjut ke toilet. ''Garuda sudah membersihkan kabin pesawat dengan desinfektan, sehingga jamaah kloter berikutnya bisa nyaman, sekaligus tidak terganggu bau pesawat yang sebelumnya tidak karuan.'' Sementara itu, hari ini lima kloter dijadwalkan tiba di Bandara Adisumarmo. Jumlah ini merupakan kedatangan terbanyak. Biasanya dalam sehari maksimal empat kloter yang tiba. Kelima kloter tersebut adalah kloter 71 asal Kabupaten Kendal pukul 10.30, kloter 72 asal Kabupaten Kendal pukul 13.30, kloter 73 asal Kota Salatiga pukul 16.30, kloter 74 asal Kabupaten Pati pukul 19.30, dan kloter 75 asal Kabupaten Pati pukul 21.35. (G13-60t) |