| Rabu, 08 Februari 2006 | SEMARANG |
Distribusi Sembako TergangguSEMARANG- Kerusakan infrastruktur pascabanjir mengganggu distribusi sembako di Kota Semarang. Karena memberikan pengaruh kelancaran distribusi, berakibat pula pada kenaikan harga bahan pokok. Dikhawatirkan jika kerusakan itu tidak segera ditangani, akan memberikan kendala permanen bagi iklim berusaha di Kota Semarang. Kekhawatiran itu disampaikan Kepala Disperindag Kota Semarang Prijo Anggoro BR, saat ditemui wartawan di kantornya, Selasa (7/2). Dia mengatakan, akibat banjir yang terjadi mulai pekan lalu, sejumlah infrastruktur kota mengalami kerusakan parah. Jalan Raya Kaligawe yang merupakan urat nadi perdagangan di pantura, merupakan salah satu contoh yang mengalami kerusakan. ''Sampai saat ini gangguan pada dunia usaha akibat kerusakan infrastruktur pascabanjir belum signifikan, yakni terjadi penurunan lima-10%. Tetapi kalau terus-menerus dibiarkan tanpa penanganan, tentu akan merepotkan para pelaku usaha,'' kata Prijo. Sebelumnya, Komisi C DPRD Kota Semarang menilai pembenahan infrastruktur pascabencana masih lemah. Prioritas penanganan Pemkot masih berkisar pada para korban dan belum menyentuh perbaikan kerusakan. Kalau pembenahan infrastruktur tidak segera dilakukan, dikhawatirkan beban masyarakat pascabencana semakin berat. Prijo mengakui, distribusi bahan pokok pascabanjir pekan lalu sempat mengalami ketersendatan. Pasokan beras dari wilayah Demak, misalnya, mengalami hambatan akibat jalur Semarang-Demak yang rusak parah. Namun, persoalan pasokan itu tidak berlarut-larut, karena bisa diantisipasi dengan beras dari Delanggu (Klaten) dan Cirebon. Kasubdin Perdagangan Bambang Purnomo menuturkan, saat ini pasokan beras ke Pasar Induk Dargo 30-an ton/hari. Jumlah itu cukup untuk memenuhi warga Kota Semarang. Harga beras juga relatif stabil, sejak kenaikan terakhir pada pekan ketiga Januari 2006. Yakni Rp 4.200/kg untuk kualitas II, Rp 4.500/kg kualitas medium I, dan Rp 4.800 kualitas atas. ''Penyaluran beras untuk warga miskin (raskin) beberapa waktu lalu belum memengaruhi penurunan harga,'' kata dia. (H9,H11-18s) |