| Rabu, 08 Februari 2006 | SEMARANG |
Pasar Waru Ditinggikan 1 Meter LebihSEMARANG - Bangunan Pasar Waru yang terletak di Kelurahan Sawahbesar akan segera ditinggikan satu meter lebih, guna mengantisipasi terjadinya banjir di kawasan itu. Sebab, dalam tiga tahun belakangan ini pasar tersebut selalu tergenang. Para pedagang yang berjualan di tempat itu mengeluhkan turunnya pendapatan mereka akibat sedikitnya pembeli yang masuk pasar tersebut. ''Saat banjir terjadi pekan lalu, genangan air mencapai satu meter lebih. Para pedagang terpaksa libur berjualan selama tiga hari,'' ujar Kasmiah (45), pedagang kelontong di Pasar Waru. Dia mengaku mengalami kerugian tak kurang dari Rp 1 juta, akibat banjir yang merendam kiosnya. Sebagian barang dagangannya rusak dan busuk karena terendam. Barang yang busuk dan tidak bisa dijual lagi itu, antara lain beras, telur, gula pasir, gula jawa, dan beberapa jenis sabun. ''Bagaimana bisa dijual, wong klancop banyu? Itu belum termasuk kerugian karena tidak berjualan,'' kata dia. Warga Sawahbesar itu menambahkan, ketika Pasar Waru belum terendam, setiap hari setidaknya dia bisa mengantongi Rp 30.000-an. Namun, belakangan ini penghasilan tersebut turun drastis. Bahkan pada saat tertentu kiosnya sepi pembeli, dan dia tidak mengantongi uang sepeser pun. ''Para pedagang berharap, Pemkot segera meninggikan bangunan pasar sehingga tidak lagi terendam. Soal kios, biar nanti pedagang yang memikirkannya,'' kata Kasmiah. Pernyataan senada disampaikan Sulimah (50), pedagang makanan kecil di pasar yang sama. Dia mengaku merugi sekitar Rp 500.000 akibat dagangannya terendam air. ''Kalau pedagang bumbu atau sayur, bisa berjualan di depan pasar. Kalau berjualan makanan kecil, masa ya, otong-otong dagangan terus,'' kata penduduk Kanalsari Bugangan itu. Pada Selasa (7/2) siang, Komisi B DPRD Kota meninjau kompleks Pasar Waru. Peninjauan yang dipimpin Ketua Komisi B, Fathur Rahman, itu berkait dengan rencana pengucuran bantuan Gubernur Jateng senilai Rp 1 miliar untuk pengembangan pasar tersebut. Sesuai dengan Surat Gubernur Nomor 974/18595 bertanggal 30 Desember 2005, Pemprov memberikan bantuan Rp 4 miliar yang dimasukkan dalam APBD 2006. Bantuan itu dialokasikan untuk perbaikan kualitas jalan lingkungan sebesar Rp 1,5 miliar, rumah susun Kota Semarang Rp 1 miliar, renovasi Pasar Waru Indah Rp 1 miliar, dan bantuan PKBI Rp 500 juta. Mengangkat Dari Dinas Pasar diperoleh keterangan, Pasar Waru termasuk satu dari 10 pasar di Kota Semarang yang mengalami kerusakan. Pasar lain yang juga rusak asdalah Pasar Boomlama, Pasar Genuk, Pasar Rejomulyo, dan Pasar Purwogondo. Khusus Pasar Waru, Kasubdin Penelitian dan Kebersihan Dinas Pasar, Drs Wiyarto, mengatakan, Pemkot segera mengangkat bangunan pasar tersebut sekitar 1-1,5 meter. Proyek pembangunan itu sudah dianggarkan dalam APBD 2006, dan segera dilaksanakan beberapa bulan mendatang. ''Yang jelas, pembangunan akan dilakukan dalam tahun ini. Tinggal menunggu penyusunan detail engineering design (DED) dan proses lelangnya,'' kata dia. Berkait dengan rencana pembangunan Pasar Waru, anggota Komisi B DPRD Kota Semarang, Ari Purbono, mengingatkan agar perencanaannya dilakukan secara matang. Perencanaan itu perlu melibatkan dinas lain, selain Dinas Pasar; terutama penyiapan drainase dan akses transportasinya. ''Jangan sampai tambahan dana Rp 1 miliar dari gubernur menjadi sia-sia akibat perencanaan yang serampangan,'' ujarnya. (H9,H11-56a) |