logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 08 Februari 2006 SEMARANG
Line

Karyawan LIK Pasrah Dirumahkan

SEMARANG - Ratusan karyawan yang bekerja di Lingkungan Industri Kecil (LIK) Bugangan Baru, mengaku pasrah jika mereka akan dirumahkan.

Para karyawan tersebut terancam di-PHK lantaran tempat mereka bekerja tidak bisa melakukan produksi akibat genangan banjir. Di kawasan itu, banjir menggenang hingga ketinggian 40 cm dan menyebabkan sebagian karyawan diliburkan.

Akibatnya, puluhan industri kecil dan menengah di kawasan itu mengalami kerugian material hingga ratusan juta rupiah dan terancam gulung tikar.

Subagio (38), salah seorang karyawan sebuah pabrik furnitur di kawasan itu mengatakan, dirinya pasrah jika pihak perusahaan akan merumahkannya.

Dirinya memaklumi kesulitan dan kerugian yang dialami perusahaan tempat dia bekerja akibat genangan banjir.

"Kami berharap banjir di tempat ini segera surut. Kalau berhenti dari pekerjaan, kami menghidupi keluarga dengan apa?" ujar dia, kemarin.

Tri Handayani (25), karyawan lain menambahkan, akibat banjir dirinya selama ini praktis susah melakukan pekerjaan. Karyawan UD Panca Adi Utama itu berharap banjir segera berlalu, sehingga kerugian perusahaan tidak bertambah besar.

"Kalau rugi terus-menerus, bisa-bisa kami kehilangan pekerjaan," ujar karyawan yang bertugas sebagai kepala gudang di LIK V/157 itu.

Kendati demikian, bersama 12 karyawan lainnya, hingga kini Tri belum mengetahui langkah yang bakal diambil perusahaan akibat kerugian banjir tersebut.

Sementara para kuli panggul alias KB-KB di kawasan LIK Bugangan mengaku pendapatannya turun selama banjir. Air yang menggenang di Jalan Raya Kaligawe dan sejumlah ruas jalan di kawasan tersebut, menghambat distribusi barang. Kendaraan pengangkut enggan masuk, sehingga aktivitas bongkar muat sangat sedikit.

Suyanto (25), seorang kuli panggul menuturkan, dalam kondisi normal, dia bisa memperoleh penghasilan Rp 25.000-Rp 30.000 per hari. Namun saat banjir, rata-rata Rp 15.000 per hari. ''Saat banjir, dapat Rp 15.000 per hari saja sudah bagus. Hari ini (kemarin-Red), saya cuma dapat Rp 5.000 per hari. Maklum, bongkaran minim dan yang ngrayah banyak,'' kata dia.

Hal senada dikatakan Siswanto (27), kuli panggul lain. Ia mengeluhkan banjir yang terjadi sejak seminggu lalu. Namun dia hanya bisa pasrah dan berharap genangan di LIK segera surut. ''Mudah-mudahan banjir segera surut, sehingga kendaraan pengangkut barang bisa masuk. Dengan demikian, order bongkaran banyak.'' (fzm,H6-56d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA