| Rabu, 08 Februari 2006 | SEMARANG |
Prioritaskan Penambalan JalanSEMARANG - Pemkot segera melaksanakan penataan infrastruktur yang mengalami kerusakan akibat banjir pekan lalu. Prioritas pertama adalah penambalan lubang-lubang di sejumlah ruas jalan protokol di Kota Semarang. Hal itu dimaksudkan sebagai layanan pada masyarakat untuk memperoleh fasilitas publik yang layak, terutama berkaitan dengan prasarana jalan. Demikian disampaikan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Achmad Kadarisman, Selasa (7/2), saat dimintai keterangan soal program penataan infrastruktur. Penambalan jalan, lanjut dia, sudah dimulai sejak pekan lalu, setelah banjir mulai surut. Sebab, kalau jalan masih tergenang, penambalan tidak bisa dilakukan. Sementara itu, proyek-proyek jangka panjang yang melibatkan sejumlah instansi, semacam normalisasi Kali Tenggang, dilakukan kemudian. Proyek normalisasi Kali Tenggang yang dimaksudkan untuk mengatasi banjir di Kaligawe dan sekitarnya itu kini masih dalam proses pengerjaan detail engineering design (DED). ''Tentang Kali Tenggang memang sudah ada rencana normalisasi dan pengerukan dengan biaya yang sudah ditentukan dalam APBD 2006,'' kata Kadarisman. Seperti diberitakan sebelumnya, penambalan ruas-ruas jalan yang rusak antara lain dilakukan di Jl Gajah Raya, Jl Supriyadi, Jl Kanguru, Jl Lamper Tengah, juga Jl Kaligarang, Jl Kelud, Jl Lamongan, Jl Dorang, dan Jl Tambra. Penambalan itu terkendala oleh hujan yang masih sering turun. ''Mudah-mudahan DED Kali Tenggang bisa segera selesai. Ya, paling tidak, perlu 2-3 bulan lagi untuk penyelesaian DED itu. Begitu DED rampung, bisa segera dilanjutkan dengan pelelangan dan pengerjaannya,'' tambah dia. Kurangi Genangan Karena DED belum selesai, Kadarisman enggan menyebut panjang Kali Tenggang yang akan dinormalisasi. Begitu juga lebar penampang Kali Tenggang seusai dinormalisasi kelak. ''Yang jelas, proyek itu untuk mengurangi kemungkinan genangan di Kaligawe. Kalau air bisa disalurkan dengan lancar ke laut, tentu ketinggian genangan bisa berkurang,'' kata dia. Selain itu, DPU juga memberikan perhatian pada penataan drainase. Dia mengatakan, sumbatan yang terjadi di sejumlah drainase Kota Semarang juga memberikan kontribusi besar pada terjadinya genangan. Sumbatan itu terutama terjadi akibat sampah yang dibuang serampangan yang kemudian menutup inlet (jalan masuk air-Red). ''Kasus genangan di Simpanglima misalnya, terjadi akibat sumbatan sampah semacam itu,'' kata dia. (H9,H11-18n) |