logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 08 Februari 2006 SEMARANG
Line

Alternatif Terminal Penggaron

Pemindahan Terboyo Timbulkan Kemacetan

SEMARANG - Pemindahan Terminal Induk Terboyo ke Penggaron dalam keadaan darurat, bisa menimbulkan kemacetan di jalan Genuk-Pedurungan dan Jalan Woltermonginsidi. Namun jika tidak dipindah, bisa menyebabkan munculnya banyak terminal tiban di Kota Semarang.

Pengamat Transportasi Unika Soegijapranata Djoko Setijowarno, Selasa (7/2) mengatakan, terdapat beberapa persoalan yang harus dicermati Dinas Perhubungan, jika melakukan pengalihan terminal. Pertama, bus-bus dari Demak harus menempuh perjalanan lebih jauh jika harus ke Penggaron. Hal itu berarti BBM yang digunakan pun bertambah.

Faktor kedua, jalan Genuk-Pedurungan dan Jalan Woltermonginsidi juga tidak terlalu lebar dan berliku-liku. Jika volume lalu lintas bertambah, hal itu akan menimbulkan kemacetan. Bus-bus dari arah Demak juga sulit lewat Mranggen karena jalannya jelek.

Sebaliknya, jika pemindahan tidak dilakukan justru akan muncul terminal-terminal tiban. Hal itu berarti angkutan umum dan penumpangnya tidak mendapat pelayanan maksimal. ''Ini memang bagaikan buah simalakama,'' katanya.

Namun jika kedua faktor itu dibandingkan, pemindahan terminal Terboyo ke Penggaron merupakan alternatif yang bisa dipilih dalam keadaan darurat. Walaupun konsekuensinya, untuk memperlancar arus lalu lintas di jalur alternatif harus dilakukan.

Menurut Djoko, lumpuhnya sistem transportasi akibat banjir di Jalan Raya Kaligawe dan Terminal Terboyo, antara lain karena Pemkot tidak punya perencanaan induk transportasi yang jelas. Mestinya, jika bus-bus tak lagi bisa lewat, harus ada sarana transportasi lain yang bisa mengakomodasi kepentingan publik.

Dia memberi contoh kereta api. Persoalannya, menurut Djoko, selama ini banyak pihak selalu berorientasi pada jalan raya, sehingga angkutan kereta api justru dinomorduakan. ''Coba saja jika jalur rel di Kaligawe masih ada dan beroperasi, warga bisa menggunakan angkutan itu,'' kata dia.

Kasihan Karyawan

Sementara itu Lisa (26), karyawan salah satu biro jasa angkutan laut di Terminal Terboyo mengatakan, pemindahan terminal ke Penggaron akan mengakibatkan karyawan di kawasan Kaligawe tidak mendapat pelayanan angkutan.

Selain itu, mereka harus mengeluarkan ongkos tambahan untuk menuju ke tempat kerjanya. ''Kasihan mereka yang penghasilannya minim,'' ujar dia.

Dia menuturkan, banjir di Kaligawe memang membuat banyak orang menderita. Lisa yang warga Banyumanik itu mengatakan, pada saat banjir harus berjalan dari jembatan tol sampai ke terminal. Hal serupa juga terpaksa dilakukan saat pulang kerja. ''Mau apa lagi, kondisinya seperti itu,'' ucap dia.

Menurutnya, saat ini pemerintah harus memprioritaskan upaya agar Jalan Kaligawe tak lagi banjir. ''Saya dengar gorong-gorong di Kaligawe itu untuk saluran. Sampai sekarang kok tidak dipasang,'' tuturnya. (G6-18d)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA