| Rabu, 08 Februari 2006 | KEDU & DIY |
Bupati: Cukup SulitBOROBUDUR - Bupati Magelang Ir H Singgih Sanyoto mengakui pengendalian penambangan pasir Merapi cukup sulit. Sebab, material vulkanik itu amat dibutuhkan untuk pembangunan, apalagi kualitasnya sangat bagus. "Apa pun alasannya, penambangan tidak boleh merusak lingkungan. Dengan demikian, program pengembangan ekonomi kawasan pegunungan perlahan-lahan bisa mengembalikan ekosistem Merapi," harapnya, kemarin. Sementara Dr Suratman Woro Suprodjo MSc, PD III Fakultas Geografi UGM Yogyakarta menilai, Kabupaten Magelang bisa sukses mengelola kawasan Merapi lewat kebijakan moratorium (menutup sementara) sejumlah lokasi penambangan pasir. ''Hal itu sulit dilaksanakan di beberapa daerah tetangga. Sukses karena didukung kesadaran masyarakat dalam pemeliharaan lingkungan,'' tandas dia dalam ekspose pengembangan ekonomi kawasan pegunungan di ruang kerja Bupati Magelang. Untuk pengembangan ekonomi, dilakukan penanaman 20.000 batang pohon durian, sukun, pete, jeruk keprok, alpokat, di lahan 50 hektare yang tersebar di Desa Kemiren, Kaliurang, Ngargosoka, Sengi, dan Sumber. (pr-39m) |