| Senin, 06 Februari 2006 | EKONOMI |
sekilas ekonomiKredit Lunak Telkom Rp 12,45 MJAKARTA-Program Kemitraan dan Bina Lingkungan (PKBL) PT Telekomunikasi Indonesia Tbk menyalurkan kredit lunak Rp 12,45 miliar pada 2005. Kredit lunak disalurkan kepada 763 usaha kecil dengan nilai Rp 985 juta dan 13 koperasi dengan nilai Rp 11,46 miliar. Demikian diungkapkan Kepala Divisi Regional II PT Telkom Ermady Dahlan di Jakarta kemarin. Menurut Ermady, segmentasi penyaluran dana PKBL itu ditujukan bagi delapan sektor. Yaitu sektor industri, perdagangan, pertanian, peternakan, perkebunan, perikanan, jasa dan sektor lainnya. Jika dibandingkan 2004, jumlah itu meningkat 14 persen. Pada tahun 2004 Telkom hanya menyalurkan dana PKBL sebesar Rp 8,82 miliar. ''Berarti sejak tahun 2002, PT Telkom Divisi Regional II telah menyalurkan kredit lunak sebesar Rp 30,97 miliar,'' ujarnya. Dia menjelaskan kredit lunak itu sejak 2002 telah diberikan kepada 2.108 mitra binaan PT Telkom se-Jabotabek. Adapun rincian mitra binaan, terdiri atas 2.058 usaha kecil dan 50 koperasi. (bn-33) Sharp Genjot Penjualan di Jateng JAKARTA-Tahun 2006, perusahaan elektronik PT Sharp Elektronik Indonesia akan menggenjot penjualan di wilayah Jawa Tengah. Pasalnya tahun 2005 lalu, penjualan produk Sharp di wilayah ini mengalami penurunan cukup signifikan. Penurunan penjualan juga terjadi di Jawa Barat. Ini memang mengherankan, padahal ekspor ke Afrika tetap naik. Total penjualan tahun lalu mencapai Rp 13 triliun, dan sebagian disumbang penjualan di daerah-daerah.'' Direktur Sales dan Marketing PT Sharp Indonesia Jino Sugianto mengatakan hal itu di Jakarta Sabtu (4/5) seusai penyerahan piagam penghargaan MURI untuk PT Sharp Elektronik Indonesia dan NCC (Natural Cooking Club) yang telah mencatatkan rekor MURI dalam menghias kue yang melibatkan 100 peserta. Untuk mewujudkannya, pihaknya akan kerjasama dengan sejumlah perusahaan pembiayaan agar mereka mengucurkan dana dalam kredit pembelian barang elektronik. Selain itu, pihaknya juga akan menerapkan berbagai jurus, seperti promosi besar-besaran, subsidi silang, dan insentif. Adapun secara nasional, tahun ini pihaknya menargetkan kenaikan sebesar 24%. Peningkatan juga diharapkan dari ekspor, mengingat tahun ini, pihaknya akan meluncurkan lagi sejumlah produk. (bn-33) Utang PDAM Tak Diputihkan JAKARTA-Pemerintah tidak akan menghapus atau memutihkan utang Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM). Sebab berdasarkan Peraturan Menteri Keuangan Nomor 107/2005, pemerintah hanya bisa melakukan restrukturisasi utang. Demikian dikemukakan Direktur Jenderal Cipta Marga Departemen Pekerjaan Umum Agus Widjanarko di Kantor Departemen Pekerjaan Umum baru-baru ini. Pemerintah hanya bisa menghapus utang PDAM yang meliputi 40 persen dari bunga utang dan 100 persen dari kewajiban denda yang tertunggak. ''Sedangkan pokok utang dan sisa bunga yang 60 persen itu tetap harus dibayar,'' ujarnya. Ia menambahkan, dari 318 PDAM di seluruh Indonesia, sebanyak 195 memiliki kewajiban membayar utang sejak 2004. Total utang itu, termasuk bunga dan denda sekitar Rp 4,5 triliun. Dari jumlah itu, 7 perusahaan baru membayar utangnya sebesar 51-75 persen, 27 perusahan baru membayar di atas 75 persen, dan 73 perusahaan hanya mampu membayar utang kurang dari 5 persen.(bn-33) |