| Kamis, 26 Januari 2006 | WACANA |
Surat PembacaPejabat, IntrospeksilahKalau direnungi mendalam, memang sangat ironis. Indonesia yang subur dengan kekayaan alam berlimpah ruah, ternyata memiliki utang ratusan trilliun rupiah. Juga banyak rakyat yang terkena busung lapar akibat tidak mampu membeli beras dan makanan berkualitas. Apa kerja para penguasa/pejabat dan aparaturnya selama ini. Tidak perlu menyalahkan siapa-siapa, hanya saja siapa yang paling bertanggung jawab. Mengapa kondisi negara menjadi terpuruk seperti ini. Salah satu penyebabnya, para pejabat/penguasa telah terasuki ideologi materialisme dan hedonisme serta pragmatisme. Dalam setiap sumpah jabatan yang mereka ucapkan, tidak ada lagi ideologi rela berkorban maupun menyejahterakan rakyat. Yang ada bagaimana secepatnya menjadi kaya dengan memanfaatkan wewenang, fasilitas yang ada. Aji mumpung dimanfaatkan semaksimal mungkin. Nilai dan semangat perjuangan serta rela berkorban tanpa pamrih seperti yang dilakukan Bung Karno dan Bung Hatta serta Jenderal Sudirman serta para pahlawan lain hanya diingat ketika tanggal 10 November saja. Setelah itu hilang dan hanya menjadi slogan semata. Bung Karno dan Bung Hatta dipenjara demi berjuang merebut kemerdekaan dan mereka tidak pernah mendapatkan gaji, fasilitas serta hak istimewa. Barangkali kalau tidak ada mereka yang berani berisiko dipenjara atau dibunuh, bangsa ini tidak akan merdeka. Tetapi sekarang sangat memprihatinkan karena banyak orang yang mengaku dirinyalah yang jasanya paling besar, sehingga perlu diberi gaji tinggi dan ditambah bermacam tunjangan serta hak istimewa. Padahal jasa mereka belum setimpal dibandingkan Bung Karno dan Bang Hatta. Saya berharap para pejabat/penguasa bersedia introspeksi diri. Aris Soenarto Ngadirgo Rt 2/Rw 6 Mijen, Semarang *** Bengkel Surya Jaya Tanggal 6 Januari 2006 saya komplain masalah power steering (masih garansi) di bengkel Surya Jaya Siliwangi Semarang. Betapa kagetnya karena harus membayar ongkos. Saya coba menawar namun si pemilik berteriak ke arah pegawainya sambil mengejek ''tawaran'' saya. Bahkan kalau saya tidak setuju dengan harga yang dia minta, pegawainya diminta mengembalikan onderdil pada posisi awal. Sebenarnya bukan masalah harga yang saya ributkan, toh akhirnya saya bayar juga. Tapi cara dia memperlakukan pelanggan, ditambah tidak adanya rasa bersahabat. Kepada pembaca, jangan tergiur dengan iklan. Ramah pada awalnya tapi jika masalah komplain mereka kurang bersahabat. Lebih baik tanyakan dulu secara detail item apa saja yang masuk garansi. Arif Rahman Janggalan Rt 7/Rw 2, Kudus *** Pelecehan Satpam Di sinetron sering terlihat gambaran yang melecehkan profesi satpam. Ada yang menggambarkan mereka sebagai pesuruh yang tugasnya tak lebih tukang buka/tutup pintu. Bahkan ada yang menggambarkan satpam sebagai orang idiot dengan tujuan untuk melucu seperti satpam bernama Cecep. Sesungguhnya penggambaran itu melecehkan profesi satpam seolah mengesankan memang demikian profesinya. Satpam adalah satuan kelompok petugas yang dibentuk oleh instansi, badan usaha/proyek untuk melaksanakan pengamanan fisik dalam rangka menyelenggarakan keamanan swakarsa di kawasan kerjanya. Keberadaannya punya dasar hukum dan posisi jelas yaitu sebagai mitra polri dalam menciptakan dan membina kamtibmas sesuai SK Kapolri No Skep/126/ XII/1980. Menurut data di kepolisian, jumlah satpam resmi binaan Polri sebanyak 200 ribu orang. Sebagai petugas keamanan yang profesional, setiap anggota satpam wajib mengikuti pendidikan dan pelatihan yang meliputi tiga tingkatan. Mereka juga harus lulus seleksi kesamaptaan jasmani dan psikotes di samping berkelakuan baik. Tujuannya pendidikan untuk memberikan keterampilan dasar kesamaptaan dan membentuk sikap mental yang baik. Dalam kehidupan nyata, di liputan berita sering terlihat seorang satpam bank harus rela mengorbankan jiwanya untuk membela nasabah yang dirampok. Hal ini sebagai resiko tugas dan konsekuensi logis dari fungsinya sebagai pengamanan swakarsa.Melihat kenyataan ini, apakah pantas/patut jika stasiun TV getol menayangkan program yang melecehkan profesi satpam. Apakah mereka tidak mempunyai petugas satpam yang mengamankan aset mereka?. Saya imbau para anggota satpam selalu meningkatkan profesionalitasnya agar profesi ini lebih bermanfaat di tengah masyarakat, tidak dipandang sebelah mata dan selalu dilecehkan. Mustadi Ch Amd. Kadilangu Rt 4/Rw 1 Trangkil, Pati *** BPR BKK Wonogiri Seorang oknum petugas Tamades BPR BKK Wonogiri mencantumkan tanggal mutasi pengambilan tabungan tidak sesuai dengan semestinya sehingga saya dirugikan. Memang jumlahnya tidak seberapa namun sangat berarti bagi saya sebagai keluarga berekonomi pas-pasan. Saya pada 8 Oktober 2005 mengambil tabungan di kantor BKK Wonogiri Kota. Seorang petugas menyodori lembar slip pengambilan kosong untuk saya tandatangani dan buku Tamades di-print mutasi. Setelah saya cek nilai rupiahnya sesuai, namun pada kolom tanggal, tertera 2 Juli 2005. Karena kurang tanggap, saya tidak mempersoalkan kejanggalan tersebut. Tanggal 9 November 2005 saya kembali menarik sejumlah tabungan dan dilayani petugas yang sama. Prosesnya sama dan dana juga cair sesuai permintaan saya. Setelah sampai rumah buku saya cek kembali, ternyata ada mutasi pengambilan yang nilainya sama seperti saat pengambilan pertama. Pada kolom tanggal, tertera 8 Oktober 2005 yang berarti terjadi mutasi pengambilan dobel hingga saldo berkurang entah ke mana. Akibatnya saya dirugikan ulah oknum petugas, namun saya merelakan. D Tirto Sularjono Nusukan Rt 4/Rw 15, Solo *** Soal Akqidah Agama Saya menanggapi tulisan soal ''Agidah Agama'' di Surat Penibaca 12 Januari 2006 yang menyebutkan sebuah jamaah pengajian mengatasnamakan gurunya adalah Allah serta penggiring/penyampai adalah Rasul, sbb : Tiap kali pengajian, jamaah selalu berikrar bersama dua kalimah syahadat. Saya juga mengajak penulis sebelumnya untuk memahami Alquran secara menyeluruh. Bahwa semua kebaikan dan ilmu sumbernya dari Allah. Jadi hakikatnya yang mengajarkan semua ilmu (termasuk aqidah Islam) adalah Allah sendiri. Hal ini tertera pada 96: 3, 4 dan 5: Allah-lah yang paling pemurah, yang mengajar (manusia) dengan perantaraan kalam. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang tidak diketahuinya. Itulah makna, ''guru yang sesungguhnya adalah Allah sendiri''. Allah juga yang menuntun mencermati Alquran dan memahamkan artinya ke dalam dada manusia (makna 75:16-19). Mengacu pada 14:4 dan 9:128, setiap komunitas selalu ada rasul yang menjadi penerang umat. Karena ulama adalah pewaris Muhammad SAW (hadis), bisa diistilahkan, ulama yang menurunkan ajaran Muhammad SAW adalah rasul-rasul kecil. Sedangkan nabi dan rasul besar terakhir adalah Muhammad SAW (33: 40). Meski demikian pada pengajian ini tidak pernah menyebut rasul, melainkan penyampai 1 dan penyampai 2. Retno Wilis TA Jl Slamet Riyadi 123 Pengkol, Jepara *** HP Sony Ericsson Ny Martha Lauren Terima kasih atas pilihan Ibu pada produk Sony Ericson dan memang hal tersebut langkah dan tindakan yang tepat. Untuk kerusakan atau hal yang berkaitan dengan produk ini seperti yang Ibu alami, Certified Sales & Service Centre Semarang dengan senang hati mengundang Ibu untuk bisa kami bantu mengatasi problem tersebut. Andi Jl Pandanaran 62, Semarang *** Bantuan Buku Saya pengelola perpustakaan masjid Al-Hikmah yang kini masyarakat di lingkungan masjid memiliki minat baca yang sangat tinggi, tetapi koleksi bukunya masih sedikit. Mohon bantuan pembaca yang punya buku-buku bacaan yang tidak terpakai atau tidak terbaca, sudilah menyumbangkan kepada kami, kami siap menerima. Aris Kristian Jl Tmn Borobudur Utara 38, Semarang
|