| Kamis, 26 Januari 2006 | MURIA |
Truk Masuk Sungai, Warga Ambil MuatanREMBANG - Sebuah truk tronton dengan lambung bertuliskan ''Haqiwara Express'' yang mengangkut barang-barang kelontong, sekitar pukul 05.00 pagi kemarin mengalami kecelakaan tunggal di Desa Dresi, Kecamatan Kaliori, Rembang. Truk yang melaju dari arah barat tersebut terguling hingga masuk ke Sungai Dresi. Tidak ada korban dalam kecelakaan tersebut. Akan tetapi barang-barang yang diangkutnya sebagian besar hanyut di sungai. Warga masyarakat desa sekitar pun langsung memungguti barang-barang yang hanyut itu. Salah satu saksi mata, H Ismail, warga Tasikharjo itu menuturkan, kecelakaan tersebut bermula ketika truk tersebut melaju dengan kecepatan sedang dari arah barat. Tiba-tiba, katanya, truk hilang kendali hingga oleng ke sisi seberang jalan. ''Kemudian truk itu membentur tembok dengan keras. Dua roda depan truk tersebut bahkan terlepas. Sopir truk dan kernetnya saya lihat berhasil menyelamatkan diri,'' katanya. Cholis, sopir truk tronton itu mengatakan, truk tersebut mengambil barang dari Jakarta dengan tujuan Surabaya. Ketika memasuki wilayah Desa Dresi, tiba-tiba saja as setang setir truk yang dikemudikannya patah. Dia sudah berusaha untuk mengerem truk tersebut agar tidak masuk ke dalam sungai. ''Namun truk sulit di kendalikan hingga akhirnya masuk ke dalam sungai,'' terangnya lirih. Proses Pengangkatan Akibat kecelakaan tunggal tersebut, jalur Juwana-Rembang kemarin siang macet total. Kemacetan dari arah timur mencapai sekitar lima kilometer atau mulai dari Pasar Pentungan Rembang. Sementara itu dari arah barat, kemacetan terjadi dari Batangan, Pati, atau sekitar enam kilometer dari lokasi kejadian. Aparat Polres Rembang yang dipimpin oleh Wakapolres Kompol Leonardus Eric langsung mengamankan lokasi kejadian. Selain mengatur jalur lalu lintas dan berupaya mengangkut truk dengan bantuan dua derek dari Dinas Perhubungan Rembang, aparat juga mengamankan barang-barang yang diangkut oleh truk tronton tersebut. Aparat bahkan turun ke sungai untuk meminimalkan barang yang dijarah oleh warga masyarakat. Upaya pengangkatan truk dari sungai memakan waktu cukup lama. Sebab, kondisi jalan licin lantaran hujan terus mengguyur saat pengangkatan truk. Truk tersebut bisa diangkat dari sungai pada sekitar pukul 13.30. Arus lalu lintas kembali berjalan normal pada sekitar pukul 14.00. (moe-15n) |