| Kamis, 26 Januari 2006 | MURIA |
Tim Keamanan Pilkada Segera Dibentuk
JEPARA - Kapolwil Pati Kombes Drs Didik Triwidodo MM mengimbau jajaran kepolisian di Jepara untuk tidak memberikan toleransi terhadap tindak kejahatan yang membuat keamanan masyarakat terganggu. Dia juga meminta tim pengamanan Pilkada Jepara bisa segera dibentuk. "Terhadap kejahatan-kejahatan yang menjadi prioritas untuk ditindak kami mengimbau jajaran Polres Jepara untuk mentradisikan 'nobat' (nongol langsung babat). Jangan berikan kesempatan kejahatan itu meluas hingga meresahkan masyarakat. Secara khusus kami berharap tim pengamanan Pilkada Jepara bisa segera dibentuk karena pada November mendatang Pilkada Jepara akan berlangsung," imbaunya saat memimpin acara serah terima jabatan (sertijab) Kapolres Jepara dari AKBP Drs Fakhrizal kepada AKBP Drs Muhammad Nur SH di halaman Mapolres, Rabu (25/1). Dia menjelaskan, pada tahun ini Polri akan berkonsentrasi menumpas beberapa bentuk kejahatan. Di antaranya masalah terorisme, korupsi, narkoba, illegal logging, illegal fishing, perdagangan manusia, premanisme, penyakit masyarakat, dan curanmor. Dia memberikan apresiasi terhadap kinerja Polres Jepara selama dipimpin oleh AKBP Drs Fakhrizal sejak 23 Meret 2003 dengan berhasil memproses lebih dari 70% kasus. Dari 755 kasus tindak kejahatan, telah diproses hingga tuntas 553 kasus (71%). Dari seluruh kasus, 233 merupakan kasus menonjol dan yang telah diproses 183 kasus (77%). Religius Kasus menonjol sebagaimana dimaksud adalah penganiayaan dengan pemberatan, pencurian dengan pemberatan, dan pencurian kendaraan bermotor (curanmor). "Kinerja yang baik selama tiga tahun ini diharapkan bisa terus berlanjut saat terjadi pergantian pimpinan," katanya. Dia menyebutkan, Jepara merupakan daerah yang kental dengan budaya kerja keras, masyarakatnya lugu, dan religius. Jepara juga termasuk memiliki catatan pertumbuhan ekonomi cukup pesat dengan banyaknya pengusaha yang menggeluti berbagai macam bisnis. Hal tersebut tentu membawa dampak pada besarnya potensi kejahatan seperti tindak penipuan dan curanmor. Itulah yang harus diantisipasi. Secara khusus ia juga meminta aparat Polri untuk tidak bersikap arogan dalam bertugas sehingga menimbulkan sikap antipati dari masyarakat. Seusai sertijab, Fakhrizal menyatakan terima kasihnya atas dukungan seluruh lapisan masyarakat Jepara selama menjalankan tugas. "Banyak yang sudah kami lakukan, namun banyak juga persoalan-persoalan yang masih perlu mendapatkan perhatian serius seperti curanmor," kata dia yang akan menempati posisi sebagai Wakil Direktur Intelkam Polda Metro Jaya. Dia yakin, penggantinya, AKBP Drs Muhammad Nur SH, akan cepat beradaptasi dalam memberikan pelayanan terkait dengan tugas-tugas Polri di Jepara. "Pak Muhammad akan bisa beradaptasi di Jepara," kata dia yang Maret 2005 berhasil membongkar sindikat ratusan motor gelap dari Karimunjawa. Dua perwira menengah itu sore kemarin langsung menonton bareng pertandingan sepak bola Kompetisi Liga Indonesia (KLI) XII antara Persijap Jepara melawan Arema Malang di Stadion Kamal Djunaidi, Jepara. (H15-17n) |