| Kamis, 26 Januari 2006 | MURIA |
Pemasukan Tiket MelorotJEPARA - Melihat penonton berjejal di pinggir tembok stadion sudah menjadi pemandangan yang biasa pada saat tim Persijap Jepara bermain di Stadion Kamal Djunaidi. Para penonton seolah tak khawatir jika sewaktu-waktu bisa terjengkang ke belakang dan jatuh ke tembok stadion. Setelah stadion ada fasilitas lampu, tower penyangga lampu pun menjadi sasaran penonton untuk menclok. Memang dengan naik semakin tinggi, bisa dengan leluasa memandang seluruh isi lapangan. Sehingga risiko terjatuh pun seolah tak dihiraukan. ''Kami sudah memerintahkan anggota untuk minta penonton turun dari tower. Namun susah. Mereka tak menghiraukan,'' cetus Wakapolres Jepara Kompol Indra SIK, seusai pertandingan tuan rumah Persijap melawan Arema yang berakhir dengan skor 1-1, sore kemarin. Selaku penanggung jawab keamanan pertandingan, dia berharap, keamanan selama pertandingan terjaga. Bukan hanya dari kerusuhan, juga menyangkut keselamatan seluruh orang yang hadir menyaksikan pertandingan. ''Datang ke stadion kan untuk menonton pertandingan, jadi jangan sampai mengalami kecelakaan akibat kecerobohan. Makanya, pada pertandingan ke depan, kami berharap jumlah penonton yang naik tower semakin berkurang dan akhir tidak ada sama sekali,'' pintanya. Tentang insiden bentrokan kecil yang terjadi akibat ulah pemain Arema Emelue Serge, yang menolak langsung keluar lapangan setelah mendapat kartu merah dari wasit Jimmy Napitupulu, menurut Wakapolres, seharusnya itu tak perlu terjadi. ''Pemain asing seharusnya bisa bersikap lebih profesional, dan tahu aturan. Dia tidak berfikir, ulah memancing keributan dapat merepotkan orang banyak. Untunglah, keributan itu segera dapat diredakan,'' cetusnya. Keributan terjadi ketika wasit cadangan Fakhrizal MK memerintahkan Emelue - yang sudah ganti kostum- agar segera keluar. Namun, dia malah melawan wasit. Ketika anggota Panpel ikut memerintahkan agar segera keluar agar tak memancing kemarahan penonton, dia justru meludahi dan memukul. Yang terkena ludah dan pukulannya pun tak terima. Ofisial dan pemain Arema lainnya pun ikut mengerubut. Pelatih Perisjap Rudy William Keeltjes, dan pelatih Arema Benny Dollo pun ikut meredam kedua kubu yang terlibat Pendapatan Merosot Melawan tim yang lebih punya nama, ternyata tidak menjadikan jaminan akan menangguk pemasukan lebih besar. ''Dari hitungan sementara, penjualan tiket sekitar Rp 150 juta. Ini memang menurun dibanding saat melawan Persekabpas Minggu lalu,'' kata Ketua Panpel Pertandingan Persijap H Sutedjo. Hasil hitungan akhir ketika menjamu Persekabpas yang berakhir dengan skor 1-1, mendapatkan Rp 161.415.000, dari target maksimal Rp 195 juta. Sesuai kapasitas stadion, 12 ribu (tribun terbuka) tiket dijual Rp 10 ribu, dan tribun tertutup berkapasitas 3 ribu penonton tarif tiket Rp 25 ribu.(kar,H15-17) |