logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 26 Januari 2006 MURIA
Line

Genangan Air Semakin Tinggi

Warga Pati Mulai Mengungsi

PATI - Genangan air akibat meluapnya Kali Juwana, Rabu (25/1) kemarin sekitar pukul 10.00 semakin tinggi sehingga banyak warga yang tinggal di sekitar kali tersebut mulai mengungsi. Hal itu dilakukan warga Dukuh Mustokoharjo Tempel, Desa Mustokoharjo, Kecamatan Pati.

Pasalnya, tempat tinggal mereka yang hanya beberapa meter dari kali tersebut sudah dikepung air dengan ketinggian rata-rata mencapai satu meter lebih. Para pengungsi mulai mendekati jalan raya Pati-Gabus dengan membawa kasur, bantal, guling, tikar, pakaian, dan beberapa barang lainnya.

Sebuah truk telah siap di ujung jalan kampung yang masih terbebas dari genangan air. Mereka masih menunggu apakah genangan itu semakin meninggi pada siang hari atau semakin surut. Persiapan untuk mengungsi juga dilakukan oleh sejumlah warga Dukuh Ngantru, Desa Banjarsari, Kecamatan Gabus yang lokasinya bersebelahan dengan Mustokoharjo Tempel.

Apalagi jalan raya Pati-Gabus, tepatnya di sebelah utara Jembatan Ngantru, juga mulai tergenang air dengan ketinggian mencapai lutut orang dewasa. Rumah-rumah warga di pinggir jalan itu juga mulai tergenang, tapi kebanyakan dari mereka masih mencoba bertahan.

Hanya beberapa warga yang mempunyai rajakaya (ternak) sapi yang mulai memasang tenda untuk mengamankan hewan piaraannya itu di pinggir jalan raya, tepatnya di sisi utara ujung jembatan. Genangan air diperkirakan akan terus meluas karena hujan deras terus mengguyur sehingga jumlah desa yang tergenang pun bertambah.

Di wilayah Kecamatan Gabus, selain Desa Tanjang, Banjarsari, dan Mintobasuki, Desa Gempolsari dan Babalan juga mulai kemasukan air. Adapun di wilayah Kecamatan Jakenan, warga Desa Karangrowo, Ngastorejo, dan Tondokerto juga mulai melakukan persiapan untuk mengungsi.

Roboh

Semakin tinggi genangan air limpasan Kali Juwana itu mengakibatkan Desa Jambean Kidul, Kecamatan Margorejo yang berlokasi di pinggir sawah juga mulai kemasukan air. Bahkan sebuah rumah semipermanen milik Masri roboh dihantam arus air yang semakin deras. Untung saja pada waktu kejadian itu wanita pemilik rumah tersebut tidak berada di tempat karena sedang pergi ke pasar.

Kepala Desa Kasiyan, Kecamatan Sukolilo, Bambang Sunaryo menginformasikan, dirinya terpaksa kembali mengungsikan seluruh warganya yang berdiam di Dukuh Pengging dan Dukuh Kasiyan Tempel. Sebab, genangan air akibat meluapnya saluran Juwana (JU) II itu sudah mengepung perkampungan penduduk dengan ketinggian lebih dari satu meter.

Genangan air saat ini lebih tinggi dibanding dengan awal Januari lalu karena air yang menggenang di jalan raya antara Kasiyan dan wilayah Kecamatan Jekulo, Kudus sudah sampai di sebelah barat jembatan. Untuk sementara warga diungsikan di masjid Dukuh Pengging dan jika genangan terus bertambah akan dipindahkan ke balai desa.

Problema yang dihadapi para pengungsi adalah keterbatasan persediaan bahan pangan. "Sebab, tanaman padi mereka yang seharusnya sudah bisa dipanen, beberapa waktu lalu rusak terendam air," ujarnya.

Genangan itu juga mulai merendam tanaman padi milik para petani di Desa Wuwur, Kecamatan Gabus. Desa tersebut berlokasi di pinggir barat yang juga berdekatan dengan saluran JU II sehingga padi yang siap panen seluas 200 hektare itu semuanya kini terendam air.

Di samping itu, kata Kepala Desa (Kades) Wuwur Edi Sucipto SH, areal tambak bandeng air tawar milik warganya seluas 42 hektare juga mengalami hal yang sama. Genangan air yang terus bertambah sekitar pukul 12.00 kemarin mulai memasuki jalan desa sehingga sejumlah rumah juga terendam.

"Kerugian akibat banjir tersebut diperkirakan mencapai Rp 2 miliar karena semua padi siap panen dan areal tambak bandeng sulit untuk diselamatkan," kata Edi Sucipto. (ad-15n)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA