| Kamis, 26 Januari 2006 | MURIA |
Ratusan Rumah Warga Tergenang
KUDUS - Hujan deras yang mengguyur Kota Kretek sejak Selasa (24/1) malam hingga Rabu (25/1) pagi kemarin menimbulkan banjir di sejumlah lokasi. Empat sungai, yakni Sungai Dawe, Piji, Tumpang, dan Logung yang bermuara di Sungai Juwana melimpas dan menggenangi ratusan rumah warga yang ada di sekitarnya. Tak hanya itu, musibah juga terjadi di kawasan atas, berupa tanah longsor di Desa Colo dan Soco, Kecamatan Dawe (Gunung Muria). Meski demikian, sampai berita ini diturunkan tak ada korban jiwa dalam musibah tersebut. Berdasarkan pengamatan Suara Merdeka di lokasi bencana, kecamatan yang paling menderita akibat banjir adalah Mejobo, Jekulo, Kaliwungu, dan sebagian Kecamatan Kota. Banjir terparah dijumpai di sepanjang bantaran Sungai Dawe, Piji, dan Logung. Genangan terparah terjadi di Desa Ngembalrejo, Golantepus, Mejobo, Temulus, dan Kirig (Sungai Dawe), Tenggeles, Hadiwarno, Kesambi (Sungai Piji). Semua itu berada di Kecamatan Mejobo, Kudus. Camat Mejobo Sudiarso SH ketika dihubungi menyatakan pihaknya telah mengupayakan karung berisi pasir untuk membuat talut penahan di sejumlah lokasi banjir. Hal itu, kata dia, diprioritaskan di RT 6 RW 1 Desa Golantepus, sebagian di Desa Hadiwarno, Mejobo, Temulus, dan Tenggeles yang genangannya cukup tinggi. "Kami akan mengupayakan penguatan talut di tempat tersebut secepatnya," ucapnya. Ambles Di bagian atas, dua rumah di RT 1 RW 1, Desa Colo, Kecamatan Dawe terkena longsor ringan di depan bangunan tersebut. Halaman depan rumah Kasrun (30) dan Setiyono (37) ambles sepanjang 25 meter sedalam 25 meter. Bencana longsor juga menimpa rumah milik Ny Warni (60) dan Ny Warsih (60) yang mengalami kerusakan pada bagian belakang bangunan. Kondisi dua rumah tersebut kini kondisinya sangat mengkhawatirkan, mengingat bagian belakang rumahnya kini langsung berhadapan dengan jurang. Kepala Kesbanglinmas Kudus, Supardi menyatakan, Pemkab sendiri telah menyiapkan bantuan logistik dan sarana evakuasi serta siap diterjunkan jika kondisi memang membutuhkan. Khusus untuk bencana banjir, saat ini telah didistribusikan karung plastik berisi pasir sebanyak 7.000 kantung. "Sebagian besar dialokasikan ke Kecamatan Mejobo dan Jekulo," ucapnya. (H8-17n) |