logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 26 Januari 2006 KEDU & DIY
Line

Petani Jagung, Pilih Jual Gelondongan

TEMANGGUNG - Panen jagung musim ini di beberapa wilayah Kabupaten Temanggung, telah dimulai sebulan yang lalu. Pada umumnya, mereka memilih menjual hasil panen dalam bentuk gelondongan (masih dengan tongkolnya) daripada dalam bentuk pipilan.

''Meski harga jagung dalam bentuk pipilan lebih mahal, karena dikejar waktu dan tenaga terbatas, kami pilih menjual dalam bentuk gelondongan,'' ungkap Turiyah (50), petani jagung di Desa Malebo Kecamatan Kandangan, Temanggung, kemarin.

Dia yang ditemui saat memanen jagung di lahan miliknya itu mengatakan, kalau dijual dalam bentuk pipilan bisa mencapai Rp 1.000/kg. Sementara apabila dijual dalam bentuk gelondongan, harga hanya separonya, yakni Rp 500/kg. Meski demikian, apabila akan dijual dalam bentuk pipilan, dia harus mencurahkan lebih banyak waktu dan tenaga.

Hal senada diungkapkan Wakop (53), petani jagung yang lain. Menurut penuturannya, hujan hampir setiap siang, sangat menyita waktu dan tenaga petani jika ingin menjemur dan memipil jagung. Padahal di sisi lain, dia harus memanen jagung yang ada di lahan.

Sama Saja

Dia pun menambahkan, kalau dihitung-hitung, sebetulnya keuntungan menjual jagung pipilan dan gelondongan sama saja. Kalau dilihat sepintas, hasil jual jagung pipilan memang lebih besar karena petani sering kali tidak menghitung waktu dan tenaga tambahan untuk memipil.

Namun jika dijual gelondongan, petani untung waktu dan tenaga karena setelah itu bisa mengerjakan hal lain.

''Karena itu, kami lebih senang menjual gelondongan karena tidak terlalu repot,'' tutur petani yang selain menanam jagung kuning Pionir, juga jagung manis.

Sementara itu, beberapa petani lain menilai, meskipun hasil panen kali ini tergolong baik dan harga stabil, harga jual panen belum sebanding dengan kenaikan harga-harga kebutuhan hidup yang lain, salah satunya biaya sarana produksi pertanian itu sendiri.

''Harga jual hasil pertanian memang dari dulu tidak pernah sepadan dengan kenaikan harga sarana-sarana produksi pertanian,'' ungkap Yatno (45), petani jagung Desa Gesing Kecamatan Kandangan, Temanggung. (hsf-39m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA