logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 26 Januari 2006 KEDU & DIY
Line

Bangunan RSU Wonosobo Belum Sempurna

  • Saat Diresmikan Dilaporkan Selesai 100%

WONOSOBO - Bangunan gedung Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Wonosobo sudah diresmikan beberapa bulan silam. Meski bangunan dilaporkan telah selesai 100 persen, tetapi kenyataannya gedung RSUD tersebut belum sempurna. Sehingga untuk penyempurnaan pembangunannya, pengelolanya masih mengajukan anggaran.

Direktur Badan Rumah Sakit Daerah (BRSD), dr H Agung Suhadi SpOG, dalam rapat dengar pendapat dengan Panitia Khusus (Pansus) DPRD, Rabu kemarin, mengungkapkan, pembangunannya memang dilaporkan sudah selesai 100 persen. Namun, kenyataannya belum sempurna.

Dia mengatakan, meski sudah diresmikan, tetapi gedung B berlantai empat belum bisa difungsikan optimal. Seharusnya gedung B dilengkapi ICU, rontgen, ataupun bangsal anak.

Rapat dengar pendapat Pansus DPRD dengan agenda pengajuan anggaran untuk penyempurnaan pembangunan gedung RSU dipimpin Ketua Pansus, Aan Santosa, dan dihadiri Direktur BRSD; kontraktor pelaksana PT Bumi Mas Perdana, Sukarno; konsultan perencana; konsultan pengawas; serta badan pengawas.

Ketua Pansus menyoroti secara tajam tentang permohonan penyempurnaan pembangunan RSUD.

Dia prihatin, kondisi bangunan gedung RSU yang dilaporkan selesai 100 persen, ternyata belum sempurna. Aan menilai, diduga hal itu terjadi karena perencanaan yang kurang matang, pengawasan yang kurang ketat, ataupun pelaksanaan yang tidak tepat.

Aan, yang juga Ketua Komisi D DPRD, mempertanyakan terjadinya pekerjaan tambal sulam terhadap proyek tersebut, yang sampai sepuluh persen lebih. Bahkan, disebut-sebut pekerjaan tambal sulam itu mencapai 16 persen.

Menanggapi hal itu, konsultan perencana pembangunan RSUD, Ir Agung, mengaku bahwa pihaknya sudah berulang kali mendapat kepercayaan sebagai konsultan perencana pembangunan gedung rumah sakit.

"Dalam pelaksanaan pekerjaan, ada perubahan oleh owner. Perubahan pekerjaan itu terkadang sepengetahuan konsultan perencana, tetapi acap kali tanpa sepengetahuan kami," tangkis Ir Agung.

Kontraktor PT Bumi Mas Perdana, Parakan, Sukarno, mengatakan sanggup dan siap memperbaiki temuan fisik pekerjaan yang belum memuaskan. Dia mengakui, sebagai manusia, maka hal itu tidak luput dari kesalahan.

Kurang Baik

Anggota Pansus, Afif Nurhidayat SAg, sangat menyayangkan bahwa finishing gedung RSU tersebut kurang baik. Padahal, bangunan senilai Rp 28,4 miliar itu selalu menjadi sorotan masyarakat.

Keluhan juga dilontarkan anggota Pansus, Suyono SAg (FPG), tentang kualitas pekerjaan gedung RSUD.

Bahkan, Suyono mengaku bahwa sampai sekarang dia belum bisa menerima.

Dia menganggap bahwa pembangunan gedung RSU belum selesai.

Untuk itu, Suyono minta agar masalah tersebut diekspose secara terbuka.

Keterangan lain menyebutkan, untuk penyempurnaan pekerjaan pembangunan gedung RSU, diusulkan sebesar Rp 3,4 miliar. Namun, karena pertimbangan kenaikan harga BBM dan lainnya, maka biaya untuk pekerjaan penyempurnaan dinaikkan menjadi Rp 4,2 miliar.

Untuk pekerjaan penyempurnaan, kalangan legislatif menilai perlunya bantuan konsultan perencana, sehingga biaya untuk pekerjaan penyempurnaan tersebut akan bertambah. (P55-39h)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA