| Kamis, 26 Januari 2006 | KEDU & DIY |
Sejumlah Ayam Mati MendadakBANTUL - Para peternak ayam kampung yang tersebar di berbagai kecamatan di Kabupaten Bantul bingung dan panik, karena dalam sepekan ayam peliharaan mereka mati mendadak. Diduga, ayam tersebut mati karena terserang virus Avian Influenza (AI), atau lebih dikenal dengan sebutan flu burung. Akibat dari peristiwa tersebut, ratusan peternak mengalami kerugian tidak sedikit. Meski terdapat sejumlah ayam yang mati, hingga saat ini belum ada uji laboratorium untuk memastikan apakah ayam tersebut mati karena flu burung. ''Sebanyak 55 ekor ayam saya mati dalam lima hari ini,'' kata Waskito (29), warga Gunungan, Kecamatan Bambanglupiro, Bantul, Rabu (25/1). Menurutnya, kematian ayam tersebut memiliki ciri-ciri terkena AI. Dari mulut ayam yang mati itu keluar lendir, jengger ayam berwarna kemerah-merahan, dan kotorannya berwarna putih cair. Wabah tersebut, lanjut Waskito, juga menyerang ayam di semua kampungnya. Sebanyak 100 lebih kepala keluarga (KK) yang rata-rata memelihara ayam, hewan peliharaannya itu kebanyakan mati mendadak. Subadiyono, Ketua Kelompok Ternak Unggas, Prasodjo di Desa Sumbermulyo, Bambanglupiro menambahkan, semua ayam kampung yang dipelihara oleh 25 orang anggotanya juga mati. Rata-rata satu anggota memelihara 25 hingga 50 ekor unggas. Hal itu juga terjadi di Kecamatan Sanden, Sewon, dan Pundong. Sari (60) warga Srigading, Sanden mengaku, 40 ayamnya mati sejak tiga hari lalu. ''Kami belum bisa memastikan apakah itu positif flu burung atau tidak, karena belum uji laboratorium,'' tutur Kepala Sub Dinas Kesehatan Hewan Bantul, Sri Budoyo.(sgt-39d) |