| Kamis, 26 Januari 2006 | KEDU & DIY |
Senam, Siswa SD Tewas Tertimpa PohonYOGYAKARTA - Peristiwa memilukan, Rabu (25/1) kemarin, menimpa Nurrazak Nabila (9) pelajar kelas III Sekolah Dasar (SD) Sukonandi, Yogyakarta. Ia meninggal akibat tertimpa pohon berdiamater 50 cm saat olahraga di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta. Selain korban, tiga temannya, Hanifah, Anggita, dan Siti mengalami luka dan masih dalam perawatan di Rumah Sakit Bethesda. Menurut informasi yang dikumpulkan di tempat kejadian, pukul 07.00, sebanyak 262 siswa kelas III SD Sukonandi sedang menggelar olahraga di sisi timur Stadion Mandala Krida. Mereka melakukan senam yang dibimbing oleh dua orang guru. Namun di tengah-tengah para siswa yang sedang senam, tiba-tiba pohon asam londo atau Pithecollobium dulce yang berdiameter 50 cm, roboh. Pohon itu menimpa para siswa, akibatnya Nabila yang berada paling dekat dengan pohon mengalami luka parah. Ketika pohon tumbang, sebagian siswa berhasil menyelamatkan diri. Namun empat siswa tak mampu menghindar, sehingga mereka tertimpa batang pohon dengan ukuran yang cukup besar. Mengetahui temannya tertindih pohon, para siswa SD kelas III itu menjerit dan berteriak histeris. Begitu juga dengan guru olahraga yang mengetahui kejadian tersebut, langsung memberikan pertolongan. Bahkan, warga yang kebetulan melintas di sekitar tempat kejadian berusaha menyelamatkan mereka. Keempat siswa akhirnya berhasil diangkat, namun Nabila tak tertolong jiwanya. Dalam perjalanan menuju Rumah Sakit Bethesda, korban meninggal dunia. Kepala Sekolah Dasar Sukonandi, Drs H Suwardi, saat ditemui di RS Bethesda mengatakan, saat itu siswa kelas III sebanyak 262 anak sedang olahraga bersama. Sementara itu ibu Nabila, Ny Inung, tampak menunggui jenazah anak keduanya di RS Bethesda. Ny Inung tampak terus menangis dan selalu dipapah oleh dua orang saudaranya. Nabila adalah anak pertama dari dua bersaudara. Saat itu, jenazah Nabila langsung disemayamkan di rumah duka di Jalan Tukangan Yogyakarta. Gantung Diri Di lain sisi, Novan Kusnadi (14) warga Dusun Sempoyan, Singosaren, Banguntapan, Kabupaten Bantul, tewas gantung diri di rumahnya. Siswa kelas VI SD tersebut, diketahui gantung diri oleh Warsidi, orang tuanya ketika hendak menawarkan makan kepada anaknya. Ia terkejut saat mengetahui anaknya sudah meninggal tergantung di kamar rumahnya. Peristiwa itu langsung dilaporkan ke Polsek Banguntapan. Guna mengetahui kejadian yang sebenarnya, jenazahnya dibawa ke RSUP Sardjito untuk divisum. Petugas menemukan surat yang ditulis Novan Kusnadi yang ditujukan kepada orang tuanya. Dalam suratnya, Novan Kusnadi minta maaf kepada orang tuanya, dan ia minta dimakamkan di sebelah makam nenek dan kakeknya di pemakaman umum Klaten, Jawa Tengah. Permintaan itu dituruti dan Rabu (25/1) kemarin, jenazahnya dimakamkan. (sgt-39d) |