| Kamis, 26 Januari 2006 | KEDU & DIY |
Mahasiswa Dilatih BerkudaBISA dibayangkan, betapa nikmatnya menunggang kuda, dan betapa besarnya keinginan pemilik kuda untuk bisa menunggang kudanya. Namun kenyataan menunjukkan bahwa tidak banyak orang bisa memuaskan kerinduannya untuk menunggang kuda. Unit Berkuda Universitas Gadjah Mada (UB UGM) kini rela bekerja keras berlatih menunggang kuda. Mereka selain punya kuda, juga bisa merawatnya. Bahkan punya lahan tempat berlatih seluas 38 x 18 meter di Klaseman, Jalan Kaliurang km 7. UB UGM bahkan telah membuka kesempatan untuk masyarakat menjadi anggotanya. Siapa pun mereka, mulai dari anak-anak hingga orang dewasa bisa menjadi anggota UB UGM. Menurut Ketua UB UGM, Yahya Khrisna, Rabu (25/1), pada awalnya UB UGM bernama Veterinary Riding Horse Club (VRHC) yang berdiri tahun 1989 di Fakultas Kedokteran Hewan UGM. Pendiriannya bertujuan untuk membentuk kelompok mahasiswa yang mengenal kuda, baik dalam perawatan, pemberian pakan, kesehatan kuda, maupun belajar tentang dasar-dasar menunggang kuda. ''Hal itu mendapat perhatian serius dari Pordasi DIY dan kami dipinjami kuda serta dilatih bagaimana menunggang kuda,'' tutur Yahya. Menurut Yahya, peminat olahraga menunggang kuda di kalangan mahasiswa semakin banyak. Menyadari akan hal itu, maka VRHC diusulkan diubah menjadi UB UGM. Ternyata, usulan tersebut dikabulkan dan pada 14 Agustus 1989 VRHC secara resmi diubah menjadi UB UGM. Kini, kegiatan rutin yang dilakukan adalah melatih anggota baru untuk mengenal, merawat, dan menunggang kuda, di bawah pelatih yang telah mendapat pendidikan dari DTE (Dwima Turangga Equestrian). Para anggotanya diajarkan bagaimana cara menunggang kuda yang benar sesuai standar internasional serta mendalami cara perawatan kuda yang ideal. Mereka dilatih di Klaseman, yang sudah dikontrak selama 10 tahun dengan bantuan biaya sewa dari UGM. Saat ini, perguruan tinggi tersebut memiliki lima ekor kuda yang diberi nama Weeby (7 tahun), Iwe (13), Saphir (12), Ayu (9), dan Joe (4 bulan). Tiga ekor kuda berkelamin betina dan dua berkelamin jantan (Iwe dan Joe), dan kelima ekor kuda itulah yang dipakai oleh anggota untuk berlatih. Menurut Yahya, sebagian besar anggotanya adalah mahasiswa dari berbagai fakultas di UGM, sehingga iurannya murah, yakni Rp 30.000 per bulan. Sementara biaya anggota dari luar Rp 50.000/bulan yang dibayarkan tiap enam bulan sekali. Iuran itu digunakan untuk biaya operasional perawatan, kesehatan, dan pemberian nutrisi kuda, sedangkan jadwal latihan selama 30 - 45 menit. Bagi setiap anggota baru, akan diajarkan teknik dasar menunggang kuda, keseimbangan, kekuatan kaki, dan posisi. Setelah itu akan mengikuti latihan dasar jumping, melakukan tunggang serasi, palang rintang dan cross country yang semuanya itu bisa dipelajari dalam waktu singkat. Apabila sudah mahir, akan mengikuti beberapa kejuaraan nasional. Prestasi yang telah diraih oleh UB UGM, antara lain bulan Juli 2005 mengikuti lomba Rally Indonesia Endurance 2005 di Pangandaran Jabar yang waktu itu berhasil menyabet dua juara sekaligus (juara I dan II). Sebelum itu, prestasi yang pernah dicapai, di antaranya juara I Lintas Alam DTE-Bogor 1993, Juara Pacuan Kuda Rektor UGM Cup III 1993, dan juara Pacuan Kuda Rektor UGM Cup tahun 1998. (Bambang Unjianto-39d) |