| Kamis, 26 Januari 2006 | INTERNASIONAL |
Pemilu Palestina MulusRAMALLAH - Rakyat Palestina berbondong-bondong memberikan suara mereka dalam pemilihan umum legislatif, Rabu kemarin. Pemilihan anggota parlemen itu merupakan yang pertama dalam 10 tahun terakhir. Hasil pemilu ini diperkirakan berdampak besar pada proses perdamaian di Timur Tengah. Pemilu tersebut akan membawa kelompok militan Hamas masuk ke dalam pemerintahan Palestina. Jajak pendapat memprediksikan, faksi Fatah pimpinan Presiden Mahmud Abbas hanya unggul tipis dari Hamas. Dengan demikian, Hamas akan memiliki banyak wakil di parlemen dan menempatkan orang-orangnya di kabinet mendatang. Pemungutan suara kemarin dilakukan dalam pengamanan yang ketat. Warga Palestina memasuki berbagai tempat pemungutan suara (TPS) di Tepi Barat, Jalur Gaza, dan Jerusalem Timur. Sekitar 1,4 juta orang terdaftar sebagai pemilih. Sementara itu, Israel memerintahkan tentaranya melakukan operasi pendukung di wilayah pendudukan Tepi Barat sampai Kamis malam ini. Abbas telah memerintahkan pasukan keamanan Palestina untuk bertindak tegas terhadap siapa saja yang berusaha mengganggu pemilu. Di lain pihak, kelompok-kelompok bersenjata membuat pernyataan bersama untuk menjamin ketenangan selama pemungutan suara. Langkah Penting Dalam pidato menjelang pencoblosan, Abbas mengatakan proses pemilu itu merupakan langkah penting menuju pembentukan negara Palestina merdeka. Pemilu itu juga akan mengantarkan era baru demokrasi dan keragaman politik. ''Hari besar ini akan menjadi langkah penting yang menentukan jalan menuju kebebasan dan kemerdekaan,'' kata dia. Dia sangat menyadari bahwa keberhasilan proses demokrasi itu akan meningkatkan peluang terwujudnya negara Palestina. Pemungutan suara itu diawasi oleh ratusan pemantau internasional. TPS-TPS dibuka selama 12 jam, mulai pukul 07:00 waktu setempat (12:00 WIB). Pemungutan suara dapat diperpanjang selama dua jam, jika ada antrean pemilih di TPS yang belum memberikan suaranya. Manajer kampanye Fatah dan mantan wakil perdana menteri Nabil Shaath yakin, partainya tetap akan meraih mayoritas mutlak. .(rtr-ant-ben) |