| Kamis, 26 Januari 2006 | INTERNASIONAL |
Inggris Dituding Terlibat Bom AhvazTEHERAN - Iran kemarin menuduh Inggris terlibat dalam pengeboman di Kota Ahvaz. Menteri Luar Negeri Iran Manouchehr Mottaki menuding Inggris bekerja sama dengan para pelaku pengeboman yang menewaskan delapan orang itu. ''Jelaslah, aksi pengeboman itu hasil kerja sama mereka dengan Inggris. Kami akan menyampaikan hal ini kepada para pejabat Inggris,'' kata Mottaki. ''Kami berharap pejabat Inggris menanggapi hal ini secara serius.'' ''Pengeboman di Ahvaz Selasa lalu dilakukan oleh orang-orang yang bangga karena bisa berfoto bersama dengan pejabat Inggris. Mereka senang bekerja sama dengan komandan-komandan tentara Inggris dan memanfaatkan fasilitas Inggris di Basra,'' tambah dia. Seorang juru bicara Kementerian Luar Negeri Inggris membantah tuduhan Mottaki itu. ''Kami tidak terlibat dalam pengeboman tersebut. Kami mengutuk semua bentuk aksi terorisme,'' kata juru bicara itu. Dua ledakan bom Selasa lalu menghancurkan sebuah bank dan gedung pemerintah di Ahvaz. Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad sebenarnya berencana mengunjungi kota minyak itu pada hari ledakan bom tersebut. Namun, kantor kepresidenan Iran menyatakan, Ahmadinejad membatalkan kunjungannya karena badai pasir mengganggu perjalanannya. Dalam serangan bom di Ahvaz Juni 2005, Teheran juga mencurigai keterlibatan London. Namun Inggris membantah tuduhan itu. Pengeboman Juni lalu terjadi lima hari menjelang pemilihan presiden Iran. Serangan bom itu menewaskan lima orang dan melukai 89 lainnya. Ahvaz terletak sekitar 550 kilometer di sebelah baratdaya Teheran. Kota minyak itu sering dilanda kerusuhan. (rtr-ben-25) |