logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 26 Januari 2006 INTERNASIONAL
Line

Jelang Pertemuan Pemegang Veto

Iran Pertimbangkan Usulan Rusia

TEHERAN - Menjelang pertemuan lima anggota tetap Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB) dan Jerman di London, Iran menunjukkan minatnya pada usulan Rusia untuk meredakan krisis nuklirnya.

Selain itu, Iran sekali lagi mengancam akan memulai program pengayaan uranium berskala penuh jika isu nuklirnya dilaporkan ke Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Lima pemegang hak veto Dewan Keamanan dan Jerman berencana bertemu di London Senin pekan depan. Mereka berusaha menyelesaikan perbedaan mengenai usulan untuk membawa masalah nuklir Iran ke badan tertinggi PBB tersebut.

Sejumlah diplomat mengatakan menteri luar negeri dari Inggris, China, Prancis, Rusia, Amerika Serikat, dan Jerman berupaya mencapai konsensus sebelum pertemuan dewan gubernur Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) di Wina pada 2 Februari 2005.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Inggris mengatakan, menteri-menteri itu berada di London terutama untuk menghadiri konferensi tentang Afghanistan. ''Bukan mustahil, mereka juga akan membahas masalah Iran,'' kata juru bicara tersebut.

AS dan Uni Eropa (UE) mengatakan inilah saatnya bagi IAEA untuk melaporkan Iran ke Dewan Keamanan menyangkut program nuklirnya. China dan Rusia mengimbau semua pihak tidak bertindak gegabah.

Menteri Luar Negeri Iran Manouchehr Mottaki mengatakan, Iran akan menghentikan inspeksi IAEA pada fasilitas nuklirnya jika isu nuklir itu tetap dilaporkan ke Dewan Keamanan.

Izinkan Pemeriksaan

''Jika kasus Iran dikirim ke Dewan Keamanan, Iran akan segera mengakhiri kebijakannya dengan badan pengawas nuklir itu,'' kata Mottaki.

Dia menambahkan bahwa IAEA atau UE ingin membawa masalah itu ke dalam situasi yang tak terkendalikan.

Iran mengizinkan IAEA melakukan pemeriksaan pada fasilitas nuklirnya. Sebenarnya, Republik Islam itu tidak diwajibkan untuk membiarkan kompleks nuklirnya diperiksa berdasarkan kesepakatan nonproliferasi nuklir.

''Iran berharap trio UE akan menghindari langkah-langkah yang dapat memperumit situasi,'' kata Mottaki.

Trio UE yang dimaksud adalah Inggris, Prancis, dan Jerman. Ketiga negara Eropa itu menghentikan perundingan dengan Iran bulan ini. Sebelumnya, Teheran mengumumkan melanjutkan kembali riset nuklirnya dan membongkar segel PBB di fasilitas pengayaan uraniumnya.

Juru runding nuklir Iran Ali Larijani mengatakan, setelah berkunjung ke Moskwa dia menyambut positif usulan Rusia. Moskwa mengusulkan kerja sama program pengayaan uranium dengan Iran.

Namun aktivitas pengayaan uranium itu dilakukan di wilayah Rusia, sehingga Iran tidak dicurigai membuat senjata nuklir.

''Rencana ini dapat disempurnakan dengan pertemuan kami pada Februari kelak,'' kata Larijani.(rtr-ben-25)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA