logo SUARA MERDEKA
Line
Kamis, 26 Januari 2006 BANYUMAS
Line

Pencarian Dana Segar Direktur Batramas Tak Jelas

PURWOKERTO - Ke mana Direktur Utama Koperasi Simpan Pinjam (KSP) Batramas Dian Radite mencari dana segar, sejauh ini belum bisa diketahui secara pasti.

Berbagai sumber yang dihubungi Suara Merdeka, termasuk sejumlah manajer koperasi maupun karyawan juga tidak banyak yang tahu. Yang mereka tahu sebatas direktur sedang mencari dana segar ke luar kota.

''Saya tidak tahu mencari dana segar di mana. Kami ini juga menunggu,'' ungkap Yusmar Abdilah, salah satu Marketing Eksekutif, kemarin.

Dia mengatakan, posisi dirinya hanya sebagai marketing biasa. Ini berbeda dengan profil Batramas, sebagai salah satu media promosi, di mana nama lelaki itu tercantum bersama lima rekan yang lain, menduduki jabatan elite tersebut. (Suara Merdeka/24/1).

General Manager Dedi Setiawan setiap kali menyampaikan hasil koordinasi dengan Dian Radite pada karyawan dan calon anggota (CA), hanya memberitahu yang bersangkutan pergi ke Jakarta. Namun mengenai penjelasan mengenai pada siapa atau dari mana pimpinan bisa mendapat suntikan modal untuk mengatasi persoalan keuangan koperasi tersebut, tidak terungkap.

''Ke mana mencari dana segar, kami juga tidak tahu secara pasti. Yang saya ketahui, ya ke Jakarta,'' ungkap Dedi pada Suara Merdeka.

Istri Dian Radite, sebelumnya juga tidak bisa menjelaskan mengenai keberadaan suaminya selama mencari dana segar di Jakarta. Dia hanya mengetahui suaminya sedang berusaha mencari suntikan modal dari relasi-relasi.

''Saya tidak tahu persis ke mana. Yang jelas Bapak mencari dana karena dia tetap bertanggung jawab untuk menyelesaikan masalah tersebut,'' tutur Ny Dian Radite yang tidak bersedia menyebut nama lengkapnya.

Seorang sumber yang dekat dengan Dian Radite mengatakan, salah satu relasi yang sedang didekati adalah seorang pengusaha jasa konstruksi. Selain itu, sejumlah rekanan dan pelaku bisnis. ''Dia mencoba melobi relasi-relasi lama di Jakarta. Kebetulan yang bersangkutan dulu dikenal sukses dan pernah lama di Jakarta dan Jabar,'' ujar sumber itu yang meminta namanya tak disebutkan.

Terlalu Cepat

Beberapa rekan dekatnya di Purwokerto juga berusaha membantu menghubungkan dengan penanam modal baru kalau memang ada rencana perubahan manajemen.

''Sebenarnya prospek bisnis ini bagus, hanya Dian terlalu cepat ingin melebarkan sayap. Kalau itu dilakukan secara perlahan, pasti stabil,'' ungkap sumber itu.

Hasil pencarian dana segar oleh Dian Radite, rencananya dipakai untuk menutupi dulu pengajuan-pengajuan pencairan nasabah dan kantor-kantor cabang. Keterangan dari manajemen Batramas, jumlah pengajuan mencapai Rp 500 juta. Kepastian pencairan yang sempat tertunda, dijadwalkan secara bertahap mulai akhir bulan ini, Senin (30/1). Sementara Dian Radite, pergi mencari dana segar sejak Minggu (15/1).

Ketidakjelasan mengenai pencairan dana segar oleh sang direktur juga menimbulkan kecemasan karyawan, terutama bagian marketing yang saat ini berhubungan langsung dengan nasabah.

''Kalau tetap tak jelas, tidak hanya nasabah yang bingung. Kami (karyawan-marketing) juga merasa diombamarketing dari Cilongok dengan begitu kesal dan sudah beberapa hari bolak-balik ke kantor pusat. (G22,in-42m)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA