logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 25 Januari 2006 PANTURA
Line

Diperlukan Pos Pemantauan Khusus Longsor dan Banjir

SLAWI- Pemkab Tegal diminta segera membangun pos pemantauan khusus di dekat lokasi rawan longsor dan banjir yang tersebar di puluhan desa. Desakan itu dikemukakan dua anggota Komisi C DPRD, Ir Muanas dan Indra Sutrisno.

Keduanya menilai potensi terjadinya bencana alam longsor dan banjir jauh lebih besar dibanding tahun-tahun sebelumnya.

Menurut Muanas, jika Kesbanglinmas yang membawahi satuan koordinasi dan pelaksanaan penanggulangan bencana alam (Satkorlak PBA) di daerah yang terbagi dalam 18 kecamatan, 281 desa, dan enam kelurahan, tugasnya akan sangat berat.

Karena itulah perlu segera dibangun pos pemantauan khusus di lokasi yang se-lama ini sudah dipetakan merupakan rawan longsor dan banjir. Anggaran pembangunan pos tersebut dapat menggunakan dana tak tersangka yang dikendalikan Bupati Tegal, yang tahun ini dipatok sebesar Rp 15 miliar.

"Ini merupakan langkah antisipasi paling tepat. Jangan menunggu setelah ada kejadian kemudian dilaporkan ke kecamatan yang merupakan posko bencana alam. Selanjutnya baru dilakukan upaya penanggulangan," tandasnya.

Menunggu

Indra Sutrisno menilai jika Kesbanglinmas mengandalkan 18 kantor kecamatan yang dijadikan posko bencana alam atau posko pusat pelaporan, berarti sifatnya hanya menunggu. Tidak melakukan upaya pencegahan.

Meski demikian, dia juga menilai upaya pendirian posko di 18 kantor kecamatan bukan sesuatu yang jelek. "Hanya agar lebih optimal, Pemkab Tegal perlu memberdayakan dan mengoptimalkan kinerja tenaga yang ada di pos tersebut."

Maksud dia, tenaga yang dipekerjakan di posko itu jangan bersifat menunggu terjadinya bencana. Melainkan mampu memberikan informasi lebih awal sebelum bencana alam tersebut terjadi.

Karena itulah, kata dia, koordinasi dengan instansi terkait seperti Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) harus terus diintensifkan. Selain itu perlu tenaga kerja di posko yang bersifat mobil. Yakni, selalu giat melakukan pengamatan dan pemantauan di lokasi yang sudah dipetakan merupakan daerah rawan bencana alam.

Kasi Perlindungan Masyarakat Kebanglinmas Amin Sasongko mengatakan, dengan segala keterbatasan dana dan tenaga yang ada, instansinya baru bisa mengoptimalkan keberadaan kantor kecamatan di daerahnya untuk dijadikan posko bencana alam yang buka 24 jam.

"Sesuai imbauan Bupati soal pendirian posko ini yang ditandatangani Sekda, juga sudah mencantumkan kerja sama dengan instansi terkait seperti BMG, TNI, Polisi, Orari, RAPI dan Tim SAR Polres Tegal," tuturnya.

Dia mencontohkan informasi yang disampaikan BMG soal bakal terjadinya badai tropis Daryl. Atas informasi itu instansinya langsung mengimbau kepada nelayan agar berhati-hati saat melaut.

Juga informasi soal curah hujan yang tinggi dan dapat menimbulkan arus besar di sungai. Pihaknya sudah mengimbau masyarakat luas agar jangan berada di sungai untuk mencari pasir dan batu atau memancing saat cuaca mendung atau ketika terjadi hujan.(D12-19)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA