| Rabu, 25 Januari 2006 | PANTURA |
Jalan di Jembatan Ngabehan Longsor 25 Meter
BATANG- Jalur transportasi Batang wilayah selatan yang menghubungkan Kecamatan Blado dengan Reban terancam putus. Sebab, jalan di sebelah timur fondasi Jembatan Ngabehan longsor sepanjang 25 meter mengakibatkan jalan terkikis. Peristiwa itu terjadi Minggu (22/1) sekitar pukul 14:30. Saat itu, kawasan Blado dan sekitarnya turun hujan deras. Akibatnya, debit air di beberapa kali meninggi. Salah satunya, aliran Kali Ngabehan di Desa Selopajang Barat, Blado. Derasnya arus air yang kemudian membuat pusaran di bawah jembatan, membuat tanah bagian bawah terkikis sedikit demi sedikit. Akibatnya, badan jalan longsor. Padahal, jalan dan jembatan itu baru sekitar dua tahun selesai dibangun. Hal itu dilakukan menyusul hanyutnya Jembatan Ngabehan, setelah diterjang banjir bandang Januari 2002. Camat Blado Sutiyo SSos yang mendapat laporan adanya longsoran di sekitar Jembatan Ngabehan segera berkoordinasi dengan Kapolsek dan Danramil. Selanjutnya dibantu masyarakat membuat pengamanan. Di tepi jalan yang longsor dipasang drum. Untuk sementara, kini kendaraan yang lewat harus bergantian satu per satu bergantian dari timur ataupun barat. "Satu minggu sebelum longsor, jalan ambles dan ada yang merekah. Karena terus diguyur hujan maka air meresap, sehingga membuat tanah bagian dasar lembek. Akibatnya tidak kuat lagi, sehingga jebol bagian bawah yang kemudian diikuti longsoran bagian atas," ujar dia. Merekah Jembatan Ngabehan sangat vital bagi masyarakat bagian selatan. Setiap hari, ramai dilewati kendaraan yang hilir mudik mengangkut hasil sayuran ataupun hasil bumi kedua wilayah itu untuk dipasarkan ke luar. Khususnya, kentang dari Desa Gerlang (Blado) yang akan dikirim ke Semarang atau Magelang. Sutiyo mengkhawatirkan, longsoran semakin bertambah. Sebab, sekarang ini di tengah-tengah jalan sudah terlihat merekah. "Kalau hujan terus, jalan ini akan habis karena longsoran bertambah panjang dan lebar. Sekarang ini sebagian sudah ambles," ujar alumni APDN Semarang tahun 1984 itu. Tidak hanya itu, bahkan bisa mengancam fondasi jembatan. Sebab, sekarang ini gerusan air terus mengikis, sehingga dikhawatirkan bisa merembet ke tempat lain. Padahal, jalur Blado-Reban juga merupakan jalan alternatif menuju ke Magelang lewat Bawang-Sukorejo-Temanggung. Karena itu, dia berharap dinas terkait segera memperbaikinya. Hal senada juga dikatakan para pengemudi yang mengkhawatirkan kondisi longsoran, yang diperkirakan terus bertambah. Sebab, hujan terus mengguyur. "Melihat jalan yang sudah merekah, saya khawatir beberapa hari lagi terjadi longsoran. Kami berharap segera ada perbaikan, sehingga jembatan tetap bisa dilewati mobil," ujar Turmudi (32), penduduk Blado. Kepala DPU Ir H Soeharyono MT mengatakan, status jalan itu provinsi. "Untuk perbaikan jalan bukan kewenangan DPU Kabupaten, melainkan akan kami teruskan ke Bina Marga Provinsi agar segera diperbaiki."(ar-52s) |