| Rabu, 25 Januari 2006 | PANTURA |
Tongkat Bukan Hanya sebagai Pelindung''GERAKAN tongkat sebagai pemukul, satu... dua...!'' teriak Brigadir Safrowi, Danton Unit perintis Sabhara (UPS) Polresta Pekalongan, sambil menggerakkan tangan yang membawa tongkat ke arah depan secara keras. Begitu dia melakukan gerakan itu, puluhan anggota polisi lain menirukan. Kemudian, dia menggerakkan tangannya kembali sambil melangkah ke depan dengan tongkat masih dalam pegangan tangan. Pagi itu, jajaran Polresta Pekalongan sedang mengadakan latihan senam tongkat. Menurut Safrowi, sang pelatih, kegiatan tersebut rutin dilakukan setiap Selasa. Selain latihan senam tongkat, mereka juga berlatih senam borgol. ''Latihan senam kami lakukan setiap Selasa pada minggu kedua dan ketiga. Minggu pertama dan ketiga, kami berlatih bela diri,'' ujar dia. Safrowi menuturkan, mereka yang ikut latihan yakni dari anggota UPS, personel di seluruh Polsek dan Polsekta serta anggota sipil Polresta. Menurut dia, latihan ditujukkan untuk meningkatkan fisik dan keterampilan masing-masing personel. Dia menuturkan, latihan senam tongkat sangat bermanfaat bagi anggota polisi. Sebab, selain dijadikan pelindung bagi si pembawa tongkat, alat itu juga bisa untuk melumpuhkan lawan. ''Kalau melihat gerakan yang kami praktikkan tadi, pasti Anda tahu kalau alat ini digunakan untuk melumpuhkan lawan,'' tandas dia kepada Suara Merdeka. Kapan alat itu digunakan sebagai senjata? Tongkat bisa berfungsi sebagai senjata apabila sedang menghadapi penjahat yang membawa senjata tajam. Begitu musuh menyerang dengan senjata, tongkat tersebut dapat digunakan menangkis serangan. Selanjutnya, alat itu bisa digunakan untuk menyerang lagi. Demikian juga borgol, ternyata bisa dipakai untuk melumpuhkan lawan. Biasanya fungsi alat itu hanya digunakan untuk mengamankan penjahat agar tidak lari. Namun setelah mendapatkan latihan ini, ujar dia, borgol dapat juga dipakai sebagai senjata. Dia mengatakan, setelah berlatih senam ataupun bela diri, diharapkan seluruh anggota polisi di jajarannya akan lebih semangat dalam menjalankan tugas. Sebagai seorang polisi, mereka harus memiliki fisik yang baik. Maka dengan diadakannya latihan seperti ini, fisik mereka menjadi kuat. (Moch Achid Nugroho- 52s) |