| Rabu, 25 Januari 2006 | PANTURA |
5.000 Hektare Tanaman Padi Siap Dipanen Akhir FebruariSLAWI - Dinas Pertanian, Perkebunan dan Perhutanan (Tanbunhut) Kabupaten Tegal diam-diam telah menyiapkan secara khusus 5.000 ha sawah yang telah ditanami padi. Padi hasil panen di lahan tersebut diharapkan dapat mengatasi kelangkaan beras belakangan ini. Penanaman benih padi di lahan itu dilakukan sejak awal Desember tahun lalu. Dinas tersebut memperkirakan, pada akhir Februari ini tanaman padi dapat dipanen secara serentak. Menurut Kabid Pertanian dan Ketahanan Pangan Tanbunhut Ir Toto Subandriyo, pada minggu ketiga bulan depan sudah ada areal persawahan yang dipanen. Dan pada akhir bulan depan, panen dilakukan secara serentak di empat kecamatan. Empat kecamatan itu adalah Pagerbarang, Lebaksiu, Bojong, dan Bumijawa. Tiap hektare sawah dapat menghasilkan 5,5 ton hingga 6,0 ton padi. ''Luas lahan 5.000 ha itu diperkirakan mampu menghasilkan lebih dari 25.000 ton padi. Ini sudah dapat menutup kekurangan stok beras di Kabupaten Tegal, yang dikenal sebagai lumbung padi,'' kata dia, Senin (23/1). Stok beras di sejumlah kecamatan semula tercatat 30.000 ton. Namun, karena di daerah tetangga seperti Kota Tegal terjadi kekurangan beras, stok sebanyak itu dikirim untuk menutup kekurangan di daerah tetangga. Padahal, kebutuhan beras di Kabupaten Tegal sendiri sangat besar. Akibatnya, stok yang ada saat ini diperkirakan hanya 10.000 ton. Itulah yang antara lain memicu naiknya harga beras di kabupaten tersebut. Dijaga Khusus Kepala Dinas Tanbunhut Kabupaten Tegal Drs H Marzoeki Soeryadijaya SH MSi mengatakan, menipisnya persediaan beras juga disebabkan oleh tidak adanya panen akibat banyak faktor, terutama banjir. Dikatakan, luas areal pertanian yang tergenang banjir - akibat meluapnya sejumlah sungai - cukup besar. Di Kecamatan Dukuhturi, diperkirakan 100 ha sawah tergenang. Di Lebaksiu 23 ha, Margasari 35 ha, Kramat 20 ha, Suradadi 25 ha, dan Warureja sekitar 35 ha. ''Jadi wajar kalau stok beras daerah ini menipis. Tetapi, bulan depan kekurangan dapat ditutup berkat panen padi di empat kecamatan,'' katanya. Untuk persiapan menghadapi panen bulan depan, ke-5.000 hektare sawah di empat kecamatan itu dijaga dan dirawat secara khusus. Antara lain, dengan penyemprotan hama secara baik.(D12-58) |