| Rabu, 25 Januari 2006 | PANTURA |
Empat Pencucian Jins Ditutup
KAJEN - Empat pencucian jins di Desa Pakisputih diputuskan untuk ditutup Jumat (27/1), setelah didemo warga Dukuh Klumeran, Pakisputih, Kecamatan Kedungwuni, Kabupaten Pekalongan. Akibatnya, pengangguran dipastikan bertambah. Empat pencucian jins yang sudah menandatangani kesepakatan untuk menutup usahanya adalah milik A Basit (40), Kastolani (40), H Suheri (40), dan A Malkan (40). Tiap usaha pencucian mempekerjakan antara 15 sampai 25 orang. A Basit mengatakan, dia sebenarnya sudah berusaha membuat penampungan limbah di atas tanah seluas 1.000 meter persegi. Namun, karena jumlah limbah terlalu banyak, air limbah dari usaha pencuciannya meluap dan masuk ke saluran irigasi. Nurdin (35), yang mewakili H Suheri, mengatakan perusahaannya masih dalam proses membuat bak penampungan. Para pengusaha itu mengaku belum membuat bak penampungan, karena biaya pembuatannya mahal. Padahal, ekonomi saat ini tengah lesu akibat kenaikan harga BBM. Sementara itu, daya beli masyarakat juga menurun. Kepala Badan Perwakilan Desa (BPD) Pakisputih Kusmogo Waluyo mengatakan, pengusaha sebaiknya membuat bak penampungan agar tidak terus diprotes warga. Meskipun mahal, bak penampungan harus dibuat demi kenyamanan usaha. ''Membuat bak penampungan memang butuh waktu. Maka, untuk sementara waktu usaha harus ditutup dulu,'' jelasnya. Ipal Tak Difungsikan Sementara itu, masyarakat meminta instansi terkait dan pengusaha agar limbah ditangani secara serius. ''Dari dulu masalah limbah selalu saja mencuat. Jika limbah tidak ditangani, bisa merugikan banyak pihak,'' kata Latif (30), buruh pabrik dari Kedungwuni. Di Pakisputih, kata dia, sudah dibangun instalasi pengolah air limbah (ipal) untuk usaha pencucian jins. Namun, ipal tersebut sampai sekarang belum difungsikan. Dia berharap pengusaha konsekuen. Sebab, jika tidak, bukan hanya pengusaha yang rugi tetapi juga masyarakat banyak. Masalahnya, jika pencucian jins ditutup, para karyawannya pasti di-PHK. Dan jika pencucian berhenti beroperasi, otomatis pasokan bahan jins untuk konveksi juga berkurang. ''Jika pasokan berkurang, akan ada pengurangan pula tenaga kerja di konveksi,'' tambahnya. Seperti diberitakan (Suara Merdeka, 24/1), warga Dukuh Klumeran menggelar aksi unjuk rasa ke Balai Desa Pakisputih. Mereka menuntut pencucian jins di desa itu agar ditutup, karena dinilai mencemari lingkungan. Setelah beradu argumentasi, akhirnya para pengusaha menandatangani kesepakatan untuk menutup usaha mereka, sampai bak penampungan limbah dibangun. (G16-58) |