logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 25 Januari 2006 PANTURA
Line

Korban Pembakaran Kapal

Identitas ABK Hilang Diketahui

TEGAL - Identitas anak buah kapal (ABK) jenis purseseine Dharma Samudra yang hilang sudah ditemukan. Korban diketahui bernama Agus Herwanto (35), warga Jalan Slamet, RT 9 RW 1, Kota Tegal. Identitas korban diketahui Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI) berdasarkan laporan dari Mamo, salah seorang ABK yang selamat pada Senin (23/1).

Seperti diberitakan, sejumlah nelayan Kalimantan Selatan membakar KM Dharma Samudra Minggu (22/1) sekitar pukul 00.00 saat perbaikan di Pulau Krayakan. Menurut keterangan Sekretaris HNSI M Taufik, korban diketahui Mamo hanya berlarian di geladak saat kapal terbakar.

Korban diduga tidak dapat berenang sehingga tidak langsung mencebur ke laut. Taufik mengemukakan, pencarian korban tengah dilakukan Polres Kotabaru. ''Kami telah mendapatkan laporannya,'' ujar dia, kemarin.

Polisi, lanjut dia, juga memberikan garis polisi di tempat kejadian perkara (TKP) untuk penyelidikan lebih lanjut.

Taufik juga mendapatkan laporan Polres Kota Baru yang tengah mengupayakan penangkapan terhadap pelaku pembakaran yang melarikan diri.

Dia mengemukakan, pembakaran dilakukan seratusan nelayan dari lima kapal pong-pong di pulau tersebut saat KM Dharma Samudra berencana pulang ke Tegal pagi itu.

''Perbaikan kapal telah selesai waktu itu. Namun, setelah berkonsultasi dengan pemilik kapal, Katijan Andriana (50), warga Perumahan Taman Sejahtera Kota Tegal, kapal diminta ditarik ke Tegal. Pada waktu menunggu pagi, kapal malah dibakar dengan bom molotov.''

Sejumlah ABK lain yang selamat, ungkap Taufik, masih ditampung di Mapolresta Kotabaru. Akibat kejadian nahas yang menimpa nelayan Jawa Tengah di Kalimantan baru-baru ini, HNSI Kota Tegal bersama dengan HNSI Pekalongan, Cilacap, dan Juwana akan mengadakan pertemuan yang difasilitasi Dinas Kelautan Provinsi pada Kamis (26/1).

Pertemuan

''Pertemuan tersebut untuk membahas usulan kepada Pemerintah Pusat agar keamanan di laut ditingkatkan,'' ujar dia.

Menurut keterangan Taufik, pembakaran dan pembajakan kapal berulang-ulang dialami nelayan Jateng sewaktu berada di perairan ataupun ketika bersandar di pulau lain.

Pembakaran diduga karena hasil tangkapan kapal Jateng lebih banyak daripada mereka. Dia berharap, pemerintah dapat meningkatkan keamanan di laut Nusantara.

Kerugian yang dialami akibat pembakaran ditaksir Rp 1,2 Miliar. HNSI saat ini tengah menggalang dana untuk membantu ABK dan korban.

Sementara itu, ayah Agus Suherman, korban kapal yang dinyatakan hilang, Neno Heru Suarsono (60), kemarin mendatangi kantor HNSI untuk menanyakan kabar tentang putranya tersebut. Setelah mengetahui anaknya belum ditemukan, dia hanya pasrah.

''Jika memang anak kami harus memenuhi panggilan Yang Kuasa, kami hanya berharap, kami dapat menguburkan jenazahnya di Kota Tegal. Namun, kami lebih berharap anak kami ditemukan dalam keadaan selamat,'' ungkap dia.(lei-52j)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA