logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 25 Januari 2006 PANTURA
Line

Kompor Meledak Suami-Istri Terbakar

PEMALANG- Suami-istri Slamet Santoso (45), dan Carmah (40), mengalami luka bakar serius, setelah kompor minyak di rumahnya meledak pada Senin (23/1) sekitar pukul 08.00 lalu. Kini warga Jalan Nusa Indah, Kelurahan Pelutan, Pemalang itu dirawat di RS Santa Maria.

Kondisi kedua korban kemarin masih tampak mengenaskan. Mereka dirawat di Ruang Melati 8 RS Santa Maria. Pintu kamar ditutup rapat dengan gorden warna putih, sedangkan di depan pintu dijaga anaknya. Hal itu dilakukan karena korban tidak memakai pakaian sama sekali.

Menurut Dedi, kejadian itu diawali ketika dia sedang tidur. Dia tidak tahu saat itu ibunya sedang melakukan apa. Dia terbangun ketika kakak perempuannya Dewi (26) membangunkan karena hari sudah siang.

Ketika dia bangun ada api menyembur dari arah dapur. Kontan dia kaget dan berusaha memadamkan dengan mengibaskan kain ke tubuh korban. Namun api tidak bisa padam.

Dalam keadaan panik seperti itu datang ayahnya, Slamet Santoso. Melihat istrinya menjerit kesakitan karena api membakar tubuhnya, dia tidak tega dan langsung mendekap.

Tak ayal api langsung merembet ke tubuhnya. Dua orang itu lalu terbakar. Melihat seperti itu Dedi lalu mengambil air dan disiramkan hingga padam.

Menurut Dedi, kejadian itu disebabkan karena kompor rusak. Ketika diteliti ternyata ada dua buah sumbunya yang tidak terpasang. Kemungkinan ketika kompor dihidupkan, api masuk ke tangki minyak dan terjadi letupan yang mengarah ke tubuh korban.

Korban Carmah menderita luka bakar di sekujur tubuhnya. Di rumah sakit dia tergeletak dengan tidak memakai selembar kain pun. Hal itu untuk mempermudah pengobatan.

Sementara korban Slamet juga mengalami hal yang tidak jauh beda. Wajahnya gosong dan kedua tangan dan kakinya melepuh hingga berwarna putih. Memang masih dapat bicara, namun suaranya terengah-engah.

Dia hanya sedikit menceritakan kejadian yang dialami tersebut sambil menahan rasa sakit. Ketika akan diambil gambarnya dia kontan menolak.

Kapolres AKBP Drs Koeshartono melalui Kasatreskrim AKP Suwandi ketika dikonfirmasi mengatakan belum menerima laporan kejadian tersebut. Kemungkinan hal itu karena kelalaian sendiri sehingga tidak dilaporkan.(sf-19)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA