| Rabu, 25 Januari 2006 | PANTURA |
Derita Ibu yang Tiga Anaknya Lumpuh (1)Sendirian Rawat Anak sambil Cari NafkahEMPAT ambulans yang masing-masing membawa seorang pasien lumpuh warga Desa Tegalsuruh, Sragi, Kabupaten Pekalongan, baru saja meninggalkan area parkir RSUD Kraton, ketika Sudriyah (52) tergopoh-gopoh memasuki rungan perawatan bersama petugas medis. Tidak lama kemudian dia keluar untuk mengurus administrasi RS. Tiga anak kandungnya, yakni kembar Mar'isah (30)-Mar'iyah (30) dan Warjem (27), dirawat di RSUD Kraton Pekalongan karena menderita penyakit yang sama: lumpuh kaku. Administrasi telah selesai diurus. Namun raut muka wanita tua itu tetap terlihat bingung. Matanya seperti menerawang jauh. ''Saya bingung mas. Saya ingin anak saya sembuh, tapi bagaimana biaya untuk wira-wiri (bolak-bolik-red),'' ujar buruh tani itu. Dia mengaku sendirian merawat ketiga anaknya. Faktor ekonomi menjadi penyebab kenapa dia tidak dari dulu mengobati anak-anaknya. ''Ya, saya ingin anak-anak saya sembuh. Tetapi saya orang melarat mas. Cari uang untuk makan saja susah,'' katanya, dengan nada setengah menangis. Mar'isah (30), anak pertama yang diasuh tetangganya, lebih dulu menderita lumpuh pada usia 12 tahun. Tidak lama kemudian saudari kembarnya, Mar'iyah (30), menyusul. Dua tahun kemudian giliran adik sang kembar, Warjem (27), mengalami kelumpuhan. ''Mereka suatu saat terjatuh, karena kaki mereka lemah. Setelah itu demam tinggi, hingga akhirnya lumpuh sampai sekarang,'' tuturnya. Beban Sudriyah terasa makin berat, setelah dia bercerai dengan suaminya, Dasin (56). Hingga ketiga anaknya dibawa ke rumah sakit, Selasa (24/1), sang suami tidak pernah menengok, apalagi menanyakan kondisi darah dagingnya tersebut. Wanita itu pun harus bekerja keras sendirian merawat anak-anaknya yang tergolek lemah di tempat tidur. Setengah Bulan Sekali Karena kewalahan, dia tak bisa memberi perhatian penuh kepada ketiga anaknya yang lumpuh itu. Sebab, dia juga harus mencari uang untuk kebutuhan hidup lewat pekerjaan sebagai buruh tani. ''Mereka belum tentu setengah bulan sekali saya mandikan. Paling saya lap saja,'' katanya. Dia mengaku sudah pernah membawa anaknya ke puskesmas. Petugas puskesmas menyarankan agar dia membawa anak-anaknya ke rumah sakit. ''Tapi saya bingung, siapa yang akan menanggung biaya bolak-balik ke rumah sakit,'' tambah wanita yang mengaku pernah juga lumpuh selama sebulan itu. Sudriyah sangat sedih bila anak-anaknya mengeluhkan kondisi mereka yang hanya tergolek tak berdaya di kamar tidur. ''Nyong kok ora biso-biso mlaku koyo batire mak (saya kok tidak juga bisa jalan seperti tema-teman bu-red),'' ujarnya, menirukan keluhan yang sering dilontarkan Warjem, anaknya yang ketiga.(Muhammad Burhan-58) |