logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 25 Januari 2006 PANTURA
Line

Akhirnya Dirawat di RSUD Kraton

Tiga Bersaudara Lumpuh sejak 16 Tahun Lalu

KAJEN - Belasan tahun lamanya lima warga Desa Tegalsuruh, Sragi, Kabupaten Pekalongan, menderita lumpuh. Namun, baru sekarang mereka mendapatkan perawatan di RS, setelah Pemkab Pekalongan menanggung biaya pengobatan mereka.

Selasa (24/1) kemarin, empat di antara mereka mulai dirawat di RSUD Kraton, karena kondisi mereka sudah memprihatinkan. Mereka adalah kembar Mari'isah (30) dan Mar'iyah (30), Warjem (27), serta Caswari (21).

Tetapi Nafisah (75) dan Inayah (19) - yang baru saja terserang lumpuh sekitar dua tahun lalu - belum mendapatkan perawatan di RS.

Mar'isah, Mar'iyah, dan Warjem adalah kakak beradik yang lumpuh saat berusia antara 10 tahun dan 12 tahun. Mar'isah mulai lumpuh saat duduk di kelas 6 SD, setelah mengalami demam tinggi.

Tidak lama kemudian menyusul saudara kembarnya, Mar'iyah, dan Warjem (adiknya) yang juga lumpuh setelah mengalami gejala hampir sama. Sementara itu tetangga mereka, Caswari, selama 16 tahun hanya tergolek di tempat tidur karena lumpuh setelah kakinya digerogoti tumor ganas.

Tumor juga menyerang perut Nafisah (75). Akibat tumor itu, nenek tersebut mengalami kelumpuhan pada kedua kakinya dan tidak bisa melihat lagi. Dan Inayah lumpuh parah sejak dua tahun lalu.

Keempat penderita lumpuh itu setiba di RSUD Kraton langsung dibawa ke ruang khusus untuk menjalani fisioterapi dengan penanganan dokter spesialis syaraf dan tulang.

Lumpuh Genetik

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pekalongan dokter Sutanto Setiabudi MKes mengatakan, ketiga saudara kandung Mar'isah, Mar'iyah dan Warjem diduga mengalami lumpuh genetik. ''Kasus kelumpuhan dari faktor gen ini sangat langka,'' katanya.

Mereka mulai lumpuh sekitar 16-17 tahun lalu, ketika memasuki usia 12 tahun. Meskipun belum bisa menjamin bisa menyembuhkan keempatnya, tim dokter akan berusaha maksimal menangani mereka.

Tahap pertama yang akan dilakukan adalah melakukan rehabilitasi medis dengan mengendurkan otot-otot yang kaku. Proses itu akan berlangsung lama. Paling cepat setengah tahun baru ada perkembangan pada otot.

Untuk Caswari, kata dia, dokter melakukan pemeriksaan untuk mengetahui sudah sejauh mana tumor menyerangnya. Menurutnya, Dinas Kesehatan sebelumnya tidak pernah menerima laporan langsung tentang kasus kelumpuhan itu.

Namun, memang ada laporan dari puskesmas. Petugas puskesmas sudah mengimbau agar mereka dirawat, tapi pihak keluarga keberatan karena tidak punya biaya. ''Pembiayaan mereka kini ditanggung sepenuhnya oleh Pemkab Pekalongan,'' kata Sutanto. (G16-58)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA