| Rabu, 25 Januari 2006 | PANTURA |
Alat Pancang RusakTersendat, Pembuatan Trucuk Bantaran Sungai KetiwonTEGAL - Satuan Pelaksana Penanggulangan Bencana dan Pengungsi (Satlak PBP) Kota Tegal ngebut membangun terucuk terbuat dari bambu di bantaran Sungai Ketiwon. Terucuk itu berfungsi sebagai penahan gerusan arus sungai tersebut ke bantaran. Bantaran sungai tersebut di wilayah Kelurahan Slerok, Kecamatan Tegal Timur, belul lama ini rusak tergogos air. Bantaran itu reta-retak dan tanahnya longsor. Plh Kepala DPU Kota Tegal Soeripto ST mengatakan, luapan Sungai Ketiwon belum lama ini menyebabkan tanah bantaran sepanjang sekitar 130 meter turun ke bawah. Akibatnya, jarak antara bantaran ke tanggul menipis dan hanya tersisa sekitar dua m. Untuk mengamankan tanggul, dibangunlah terucuk di bagian bantaran yang tanahnya turun. Sayang, pembuatan terucuk - yang dimulai sejak Minggu (22/1) lalu -dikhawatirkan tersendat gara-gara alat pemancangnya rusak, Selasa (24/1). Pembuatan terucuk tersebut sejauh ini baru mencapai 30 meter. ''Kemarin, alat pancang sederhana manual terbuat dari besi yang kami gunakan malah rusak,'' ujarnya. Alat pancang itu digunakan untuk memancang bambu sampai ke kedalaman tiga meter. Soeripto berharap, setiap hari bisa dibuat terucuk sepanjang 15 meter. Namun dia khawatir target itu tak terpenuhi, karena beberapa sebab. Antara lain, masalah tenaga kerja dan keterbatasan alat pancang. Untuk membuat terucuk, dikerahkan 25 pekerja. Tetapi, alat pancangnya hanya satu. Menurut rencana, alat tersebut akan ditambah dua lagi. ''Kalau pekerjaan itu tidak selesai sesuai jadwal tanggal 29 Januari, kami pasti kesulitan mencari anggaran tambahan,'' katanya. Menurut dia, pihaknya menganggarkan Rp 50 juta untuk pembelian bambu, kawat, upah tenaga kerja pemancangan, bahan bakar, dan konsumsi. Untuk menguatkan bantaran, akan dipasang 522 terucuk sepanjang sekitar 130 meter. Soeripto mengatakan, pembuatan terucuk merupakan upaya antisipasi bersifat sementara. DPU Kota Tegal baru saja meminta Balai Pengelola Sumber Daya Alam (PSDA) Jateng agar membangun konstruksi permanen di bantaran Sungai Ketiwon. Kalau PSDA turun tangan, dia berharap tidak hanya tanggul sebelah barat sungai yang dibuat permanen, tetapi juga tanggul sebelah timur (meskipun itu wilayah termasuk wilayah Kabupaten Tegal).(aj-58) |