logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 25 Januari 2006 OLAHRAGA
Line

Protes PSIS Tidak Realistis

SEMARANG- Keberatan atau protes dari PSIS terhadap rencana 11 kali siaran pertandingan kandang secara langsung oleh televisi, dinilai Ketua Fraksi Demokrat DPRD Jateng Subyakto SH MH tidak realistis. Sebab, warga Semarang yang notabene juga ikut membiayai PSIS lewat APBD-nya, juga berhak untuk menikmati kesebelasan yang dibanggakan tersebut.

Sementara itu, kekhawatiran panitia pelaksana (panpel) pertandingan tentang pemasukan lewat tiket penonton berkurang, merupakan sikap yang terlalu berlebihan.

"Saya kira pecinta sepak bola Semarang tetap ingin menonton secara langsung di lapangan, daripada lewat siaran TV. Jadi tidak usah khawatir. Apalagi sudah dijual tiket terusan yang harganya Rp 1.000.000 dan Rp 500.000," katanya di Gedung Berlian, kemarin.

Panpel mestinya menyadari bahwa pembinaan PSIS dibiayai oleh rakyat dan jumlahnya mencapai Rp 12 miliar. Jadi semestinya pecinta bola Semarang memiliki hak untuk menikmati setiap pertandingan yang disuguhkan tim kebanggaannya, baik langsung datang ke lapangan maupun lewat televisi. Bukan sebaliknya malah protes ke Badan Liga Indonesia (BLI) agar tidak disiarkan langsung oleh televisi..

Subyakto yang juga Ketua Komisi A DPRD Jateng juga menyoroti manajemen keuangan yang selama ini belum berjalan transparan, terutama dalam jumlah keseluruhan pemasukan dan pengeluaran riil yang dibutuhkan. Mestinya dilakukan audit sehingga masyarakat tahu pengelolaan keuangan tim. (A14-40)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA