| Rabu, 25 Januari 2006 | OLAHRAGA |
Heri Tak Risaukan Suporter PSISSEMARANG- Persekabpas Pasuruan beruntung punya Heri Ismanto. Kapten tim Laskar Sakera ini punya segudang referensi tentang PSIS. Maklum, hampir empat musim dia membela Mahesa Jenar, sejak tim kebanggaan warga Semarang ini turun tahta ke Divisi I 2001 hingga Liga Indonesia 2004. Tentu saja itu jadi modal penting bagi pelatih Subangkit untuk meracik taktik dan strategi dalam pertandingan sore ini di Stadion Jatidiri. Bagi Heri, menghadapi mantan klubnya, ada kebahagiaan dan motivasi tersendiri untuk membawa timnya meraih angka penuh. "Senang bisa kembali main di Jatidiri. Di sini banyak kenangan bersama teman-teman saat membela PSIS. Ini seperti pulang kampung," katanya seusai latihan pagi kemarin di Stadion Jatidiri. "Namun, sementara persahabatan dengan teman-teman PSIS harus disingkirkan. Saya akan all out membela Persekabpas agar bisa meraih poin." Saat membela Mahesa Jenar, Heri sering dibangkucadangkan. Namun setelah di Persekabpas, perlahan-lahan dia dipercaya menjadi pemain inti, bahkan saat ini ditunjuk sebagai kapten. Wajar jika dia ingin unjuk gigi memperlihatkan kemampuan terbaiknya. "Tekanan dari penonton terhadap saya, pasti ada. Saya sudah tahu karakter suporter di sini. Tapi itu tidak masalah. Saya sudah biasa dengan hal seperti itu. Bahkan, tekanan penonton di Pasuruan lebih tinggi lagi." Heri sendiri melihat kekuatan Maman Abdurahman dan kawan-kawan musim ini tidak banyak berubah. Pemain-pemain lama masih banyak yang dipertahankan. Tambahan pemain baru seperti Gustavo Hernan Ortiz, Suwita Patha, Andrian Mardiansyah dan Imral Usman semakin meningkatkan kekuatan tim asuhan Sutan Harhara ini. M Ridwan Namun, di antara pemain PSIS, dia melihat bukan Emmanuel de Porras atau Ortiz yang patut diwaspadai. Justru pergerakan M Ridwan yang cepat dan lincah yang menjadi nafas PSIS. Penetrasi pemain yang akrab disapa Tong Eng ini ke jantung pertahanan lawan, menurutnya, sangat berbahaya. "Ridwan pemain bagus. Kami tidak boleh kecolongan dengan aksi-aksinya saat menusuk kotak penalti," tutur Heri, yang akrab disapa Pace ini. Kebetulan, dalam pertandingan lawan Persekabpas sore ini, Ridwan sudah bisa diturunkan setelah dua kali absen karena terkena kartu merah. Kehadirannya akan menambah kekuatan lini tengah. "Saya sudah menunggu pertandingan ini. Dua kali absen rasanya sangat membosankan," tandas Ridwan. Pemain sayap Harri Salisburi juga berjanji tampil maksimal. Gol semata wayang yang dilesakkannya ke gawang Arema Malang lalu, menambah motivasinya. Mantan pemain Persijatim itu ingin kembali mengulang sukses. "Saat bertanding di kandang Persekabpas dulu, saya juga mencetak gol lewat tendangan bebas. Itu membuat saya ingin kembali mengulang sukses di Jatidiri," katanya. "Namun kami tidak boleh terlalu percaya diri. Pemain Persekabpas juga bagus. Mereka kuat di lini tengah dan pertahanannya." (H13-40) |