| Rabu, 25 Januari 2006 | OLAHRAGA |
Tak Mau Lagi Jadi Spesialis GandaSEMARANG- Setiap petenis mendambakan bisa juara tunggal dan ganda. Namun petenis berbakat asal Semarang, James Adrian (15), selama ini lebih sukses di sektor ganda daripada tunggal. Karena itu, siswa kelas I SMA Krista Mitra ini tak mau terus-terusan menjadi spesialis ganda. ''Pada akhir bulan ini saya akan mendapat polesan khusus dari seorang pelatih fisik asal Jakarta. Saya berharap bisa lebih berprestasi di tunggal,'' ujar James, kemarin. Pada kelompok umur (KU) 16 tahun, dia menempati peringkat nasional Pelti (PNP) 7 di ganda. Sementara pada tunggal KU 18 tahun, pemilik tinggi 180 cm dan berat 65 kg ini mempunyai PNP 24. Berbagai gelar ganda bergengsi pernah dikoleksi petenis yang mulai mengayun raket pada usia 10 tahun di bawah asuhan Kwee Ing Djoe itu. Sebut saja juara ganda putra KU 12 dan 14 turnamen FIKS di Bandung. Lalu juara ganda KU 16 pada turnamen ITF di Solo tahun 2005. Pada tahun lalu James juga juara ganda KU 18 di Solo Open. Gelar juara ketiga tunggal dan ganda pun diraihnya pada sebuah kejuaraan di Puputan, Bali. Pada awal tahun ini, koleksi juara ganda putra pertama pasangan Handoko dan Leonita itu bertambah. Berduet dengan Bambang, dia memenangi gelar di turnamen New Armada. ''Saya belum konsisten di tunggal karena masih kalah dalam hal fisik,'' ungkap pengidola Roger Federer ini. Meski seminggu berlatih lima kali dan banyak mengikuti turnamen, prestasi James di sekolah tetap terjaga. Buktinya, dia menduduki peringkat pertama di kelasnya. Dia juga tak lupa berterima kasih pada sekolahnya yang selama ini banyak mendukung dirinya untuk berprestasi di tenis. ''Dukungan keluarga pun membuat saya selalu terpacu untuk menjadi lebih baik,'' tegasnya. (A7-31) |