logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 25 Januari 2006 OLAHRAGA
Line

Langkah Davenport Terhenti

MELBOURNE - Unggulan kedelapan Justine Henin-Hardenne dari Belgia berusaha keras dari ketinggalan set pertama, sebelum akhirnya berhasil menghentikan seeded pertama Lindsay Davenport (AS) 2-6, 6-2, 6-3 untuk mencapai semifinal turnamen tenis Grand Slam Australia Terbuka 2006 di Melbourne Park, kemarin.

Henin-Hardenne, yang sudah bertarung melawan cedera selama lebih dari setahun, pada semifinal akan menghadapi unggulan keempat Maria Sharapova (Rusia). Sharapova sebelumnya menundukkan rekan senegaranya, Nadia Petrova, 7-6 (8-6), 6-4.

"Dari tempat saya datang, saya mengalami cedera dalam waktu yang lama. Sangat bagus bisa kembali ke semifinal," kata Henin-Hardenne.

Henin-Hardenne, yang menjadi favorit meski baru pulih dari cedera urat lutut, mengawali pertandingan itu dengan tak meyakinkan. Petenis Belgia itu dua kali melakukan double-fault untuk memberi keuntungan pada Davenport di set pertama.

Namun dia meningkatkan permainannya pada set kedua untuk memaksakan pertandingan ditentukan lewat set penentuan. Pukulan backhand Henin-Hardenne berjalan dengan baik pada set ketiga untuk membuat letih Davenport. Petenis jangkung AS itu juga terganggu dengan cedera pergelangan kaki.

Kedua petenis bersusah payah dengan servis mereka pada pertandingan yang diwarnai 13 break service itu. Henin-Hardenne bisa mempertahankan ketenangannya pada set terakhir itu dan mementahkan upaya Davenport untuk bangkit.

Nalbandian Mulus

Di tunggal putra, unggulan keempat asal Argentina David Nalbandian menundukkan petenis veteran Prancis Fabrice Santoro untuk melangkah pertama kalinya ke semifinal Australia Terbuka. Nalbandian mampu mengatasi kesulitan pada set awal, sebelum menang 7-5, 6-0, 6-0 dalam waktu satu jam 41 menit di Rod Laver Arena.

Nalbandian (24) selanjutnya ditantang petenis bukan unggulan Marcos Baghdatis (Siprus) yang sebelumnya mendepak Ivan Ljubicic (Kroasia).

Nalbandian sudah empat kali mencapai semifinal Grand Slam, Prancis Terbuka 2004, Wimbledon 2002 dan AS Terbuka 2003, serta Australia Terbuka 2006. Dia berambisi menjadi orang Argentina kedua yang menjuarai Australia Terbuka menyusul gelar Guillermo Vilas pada 1978 dan 1979. (rtr,A7-31)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA