logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 25 Januari 2006 NASIONAL
Line

SOSOK

Prihatin Citra Koruptor


SM/dok

MEMBERANTAS korupsi ternyata sulit bila tidak disertai dengan pembenahan-pembenahan yang lain. Seperti halnya adat-istiadat dan nilai-nilai sosial di masyarakat.

"Ada fakta bahwa seorang yang naik haji berkali-kali, nyumbang sana-sini, dan ikut yayasan sosial, namanya pasti harum, walaupun sebenarnya adalah seorang koruptor. Koruptor tapi nyumbang namanya harum, bahkan banyak orang siap membela dia. Orang yang jujur, tapi nggak bisa nyumbang, namanya tidak atau kurang harum di masyarakat, ini kan faktanya," kata Jaksa Agung Abdul Rahman Saleh, kemarin.

Menurutnya, fakta lainnya adalah penggerudukan seorang pejabat oleh para kerabatnya, untuk dimintai berbagai pertolongan. Para kerabat berharap pejabat bisa menolong baik itu dengan menggunakan power-nya maupun uangnya. Padahal, sejatinya atau resminya gaji pejabat negara ini cukup-cukup saja alias tidak berlebihan.

"Kalau nggak menolong ya apa kata orang nanti, tapi kalau menolong kan bisa menjurus KKN. Kenapa tidak minta tolong kepada saudaranya yang pengusaha saja, kan resminya lebih kaya daripada pejabat," kata pria asal Pekalongan tersebut. (Hartono Harimurti-29t)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA