| Rabu, 25 Januari 2006 | MURIA |
Konselor Seharusnya Lebih Merapat kepada MasyarakatKUDUS - Keberadaan konselor sekarang kurang dirasakan oleh masyarakat. Padahal seiring dengan perkembangan zaman, masyarakat dihadapkan pada permasalahan yang semakin kompleks yang membutuhkan peran konselor sebagai pihak pemberi masukan dan bimbingan dalam mencari pemecahan masalah. Kenyataan tersebut diakui Ketua Asosiasi Bimbingan dan Konseling Indonesia (Abkin) Cabang Kudus Drs Aswotono MPd. Kepada Suara Merdeka, Senin (23/1), dia menuturkan, memang sudah seharusnya pelayanan konselor lebih merapat kepada rakyat. ''Ini adalah tantangan bagi konselor. Abkin sebagai organisasi profesi untuk para konselor akan lebih meningkatkan pelayanan konseling kepada masyarakat luas,'' ucapnya. Dalam konteks itu, lanjut dia, konselor akan membantu masyarakat dalam pengembangan perilaku. Pengembangan perilaku tersebut salah satu tujuannya adalah terciptanya individu yang mandiri. Dia memaparkan, pihaknya sudah merancang sejumlah kegiatan sebagai bukti nyata peran konselor dalam masyarakat. Direncanakan, tidak berapa lama lagi akan dibuka pelayanan konseling untuk masyarakat Kota Kretek. Konseling Gratis ''Nantinya, masyarakat yang tidak mampu, bisa mendapatkan pelayanan konseling dari kami tanpa dipungut biaya,'' ungkapnya. Dia juga mengemukakan, sudah ada pelayanan konseling melalui radio dan media cetak. Melalui forum tersebut, imbuhnya, pihaknya membantu memberikan bimbingan dan masukan dalam menghadapi persoalan yang biasa terjadi di masyarakat seperti problem rumah tangga, kenakalan remaja, dan permasalahan sosial lainnya. Selain itu, menurut dia, yang terpenting adalah edukasi kepada masyarakat terhadap keberadaan profesi konselor. Pengetahuan masyarakat akan konseling selama ini terbatas dengan peranan konselor di sekolah, yakni melalui guru pembimbing. ''Selama ini, masyarakat memang belum terlalu akrab dengan profesi di bidang konseling sehingga diperlukan proses sosialisasi kepada mereka,'' katannya. (tik-17n) |