| Rabu, 25 Januari 2006 | KEDU & DIY |
Pantai Selatan Terancam Badai TropisYOGYAKARTA - Pakar manajemen bencana pada Pusat Studi Bencana Alam (PSBA) UGM Yogyakarta Dr Sudibyakto mengatakan, Indonesia perlu mengantisipasi dampak yang lebih serius akibat Badai Tropis Daryl di Australia. Atas dasar lintasan badai itu, hampir sebagian besar awan yang terbentuk di wilayah pantai selatan DIY, Jatim, Bali, NTB, dan NTT akan terpengaruh gaya tarik badai itu sehingga terjadi hujan sangat deras yang disertai angin ribut. ''Hal tersebut membuat pantai-pantai selatan DIY, Jawa Timur, Bali, NTB, dan NTT terancam banjir bandang,'' ujarnya mencermati perkembangan Badai Tropis Daryl, Selasa (24/1). Menurut dosen Fakultas Geografi UGM tersebut, apabila intensitas hujan yang sangat tinggi itu terjadi, tanah longsor akan terpicu secara cepat, terutama pada kawasan lereng pegunungan yang rawan longsor. Secara teroritis, apabila intensitas hujan melebihi nilai kapasitas infiltrasi tanah, pasti akan terjadi limpasan air permukaan (surface runoff). Limpasan air yang menuruni perbukitan dengan hutan telah hilang (lahan terbuka), akan sangat cepat mengalir menuju sungai secara bersama-sama. Akibatnya, debit air sungai meningkat tajam. "Air sungai pasti meluap karena tidak lagi mampu menampung air limpasan tersebut,'' ungkap dia. Menurut Manajer Program MSc Internasional Geoinformation for Disaster Management Program Pascasarjana UGM-ITC Belanda itu, berdasar data Dephut dan Departemen PU, kondisi hidrologi 62 DAS (daerah aliran sungai) di Indonesia termasuk super kritis dan 75%-nya berada di Pulau Jawa. Karena itu, ancaman banjir di Pulau Jawa sangat serius dan bisa menjadi kenyataan. Kota-kota dan wilayah yang berada di lereng tengah dan bawah dari pegunungan dan DAS yang super kritis itu menjadi sangat terancam. Pada kenyataannya, DAS-DAS super kritis dihuni penduduk yang sangat padat. Artinya, perubahan fungsi dan tata guna lahan berjalan sangat cepat. Karena itu, menurut Sudibyakto, data intensitas curah hujan yang dipantau BMG perlu dianalisis lebih tajam dan disosialisasikan pada masyarakat.(P12-39m) |