logo SUARA MERDEKA
Line
Rabu, 25 Januari 2006 BANYUMAS
Line

Korban Tanah Retak Menolak Pindah

PURBALINGGA- Sebelas keluarga korban tanah retak di Dusun Pagersari, Desa Tumanggal, Kecamatan Pengadegan, menolak pindah ke tempat lebih aman. Padahal, aparat kecamatan sudah mengimbau mereka pindah dari rumah yang sekarang.

Sikap warga itu berbeda dari warga Dukuh Silenggak, Desa Tlahab Kidul, Kecamatan Karangreja. Kendati sama-sama jadi korban tanah retak, warga Silenggak mau direlokasi. Bahkan mereka meminta dipindah. Mereka kemudian direlokasi ke tanah bengkok perangkat desa.

Camat Pengadegan Kisno Wiyandono menyatakan tanah di Pagersari sudah retak-retak. Dinding dan lantai rumah juga retak. ''Jika turun hujan terus-menerus, saya khawatir tanah bergerak atau longsor,'' kata Kisno, kemarin.

Warga menolak direlokasi ke tempat aman, kata dia, karena sebagian tak punya tanah lain, kecuali yang kini mereka tempati. Sanak keluarga di luar Pagersari mempunyai rumah kecil, sehingga tak mungkin menampung mereka.

''Karena itu mereka terpaksa tetap tinggal di rumah di Pagerdari, meski tanah longsor atau retak lebih parah setiap saat mengancam jiwa mereka dan keluarga,'' kata Kisno.

Dia menuturkan jika desa punya lahan cukup luas, warga tak keberatan dipindah ke lahan itu. Rumah yang sekarang mereka tempati bisa dibongkar dan material digunakan untuk membangun rumah lagi di lahan relokasi. Sayang, kata dia, Tumanggal tak punya lahan untuk relokasi.

''Dengan kenyataan itu, akhirnya kami menyarankan warga Pagersari transmigrasi. Namun sebagian menyatakan pikir-pikir. Padahal, jika bersedia kami akan membantu sepenuhnya,'' ujarnya. (F10-53)


Berita Utama | Ekonomi | Internasional | Olahraga
Semarang | Sala | Pantura | Muria | Kedu & DIY | Banyumas
Budaya | Wacana
  Cybernews | Berita Kemarin

Copyright© 1996-2004 SUARA MERDEKA