| Rabu, 25 Januari 2006 | BANYUMAS |
Masih Butuh Bantuan MaterialBisa Menjadi Pekerja RelokasiBANJARNEGARA- Permintaan para pengungsi korban longsor di Dusun Gunungraja, Desa Sijeruk, Kecamatan Banjarmangu, Banjarnegara, untuk dilibatkan sebagai pekerja dalam penyiapan lahan dan rumah di relokasi permanen mendapat lampu hijau. Kemarin, Bupati Djasri menyatakan akan mengharuskan siapa pun yang kelak mengerjakan proyek itu menampung pengungsi sebagai pekerja. Jadi mereka bisa menghidupi diri dan menata kembali kehidupan keluarga masing-masing. Dia menyatakan ada kemungkinan pemerintah menggarap lahan dan rumah untuk relokasi permanen secara swakelola atau menenderkan. Sebelumnya (Suara Merdeka, 23/1) para pengungsi meminta dipekerjakan dalam proyek penyiapan lahan relokasi dan pembuatan rumah pengganti. Mereka bosan tinggal terus-menerus di pengungsian dengan kegiatan rutin makan dan tidur, tanpa pekerjaan. Padahal, mereka terbiasa bekerja di kebun salak dan sawah. Saat ini untuk mengisi hari-hari, mereka mengais besi-besi bekas di lokasi tanah longsor. Djasri mengemukakan dalam rencana relokasi pemerintah berencana membangun 234 unit rumah semipermanen untuk pengungsi dari Dusun Gunungraja Wetan, Desa Sijeruk, serta Dusun Gunungraja Kulon dan Melikan, Desa Kendaga. Dengan perincian, 185 rumah untuk warga Gunungraja Wetan serta 49 rumah untuk warga Gunungraja Kulon dan Melikan. Bantuan Mengalir ''Untuk mempersiapkan lahan dan perumahan itu pemerintah butuh dana Rp 17 miliar lebih,'' katanya. Dia menyatakan saat ini bantuan uang ke posko logistik Rp 2 miliar lebih. Bantuan bahan pangan dan lain-lain juga masih mengalir. Kini dia mengharapkan bantuan dari pemerintah pusat dan provinsi serta para dermawan berupa bahan material bangunan. Soal keluhan pengungsi yang merasa diombang-ambingkan, dia menyatakan hal itu telah diatasi. Dia telah menugaskan aparat kecamatan dan desa menyelesaikan permasalahan penampungan sementara bagi mereka. (mos-53) |