| Selasa, 24 Januari 2006 | SALA |
Sambut 1 Sura, Jalur Pendakian Siaga IIKARANGANYAR- Menjelang datangnya perayaan malam 1 Sura, jajaran polres, Tim SAR Karanganyar beserta instansi terkait akan melakukan pengecekan terhadap jalur pendakian Gunung Lawu. Hal itu dilakukan mengingat sejumlah kerawanan yang terjadi pada saat perayaan datangnya tahun baru Jawa, yang biasanya diwarnai dengan maraknya pendakian ritual serta faktor cuaca yang kurang mendukung. "Polres bersama instansi terkait akan mengecek jalur pendakian di Gunung Lawu. Kami akan memetakan ulang jalur mana saja yang aman untuk dilalui dan menutup jalur yang kemungkinan membahayakan," ujar Kapolres Ajun Komisaris Besar Polisi (AKBP) Prabowo melalui Kasat Intelkam AKP Rochmat. Selain memetakan jalur yang layak untuk dilalui, tuturnya, tim gabungan tersebut juga akan memberlakukan siaga II untuk rute pendakian Lawu. Hal itu diberlakukan selama curah hujan masih tinggi dan kabut sering turun. Apalagi, baru saja terjadi tiga pendaki yang dikabarkan hilang ataupun tersesat saat mendaki gunung yang membatasi Provinsi Jawa Tengah dan Jawa Timur tersebut. Pada perayaan malam 1 Sura nanti, diperkirakan jumlah pendaki gunung akan melonjak, karena kebanyakan merupakan pelaku perjalanan ritual. Beberapa kalangan masih mempercayai harus melakukan ritual di Gunung Lawu pada datangnya tahun baru Jawa, seperti halnya yang dilakukan masyarakat Jawa era sebelumnya. Faktor Cuaca Sementara di sisi lain, faktor cuaca di lokasi pendakian akhir-akhir ini diwarnai hujan deras, kabut serta angin kencang yang membahayakan pendaki. Karena itu, untuk mengantisipasi banyaknya pendaki yang tersesat, jalur pendakian akan diamankan. Selain itu, di beberapa lokasi yang membahayakan akan dipasang tanda khusus. Tim juga mengupayakan untuk memasang petunjuk jalan yang diharapkan bisa membantu pendaki yang keluar dari jalur. Untuk pengamanan daerah yang rawan longsor, tim juga akan memberlakukan jalur pendakian yang bersifat buka-tutup. Jika terlalu banyak pendaki, jalur rawan longsor tersebut akan ditutup untuk pengamanan. "Kalau pada hari biasa, kemungkinan yang mendaki sudah cukup mengenal medan. Namun pada peringatan malam 1 Sura nanti, banyak masyarakat awam yang mendaki. Karena tak mengenal medan, mereka juga kurang persiapan. Dengan kondisi ini, kami merasa perlu melakukan antisipasi secara khusus terhadap jalur pendakian," papar Rochmat.(G18-55s) |